Teror Virus Corona
Fase Kritis Corona di Indonesia Mulai April, Begini Simpulan Enam Hasil Penelitian Pakar
Dari beberapa hasil penelitian pakar dan ilmuwan disebutkan apabila pada April 2020 ini adalah fase kritis corona di Indonesia.
Hasil prediksi dari para peneliti menunjukkan jumlah kasus virus corona bervariasi antara 500 ribu hingga 2,5 juta kasus dengan mempertimbangkan tingkat intervensi pemerintah.
Prediksi tersebut diasumsikan terjadi pada hari ke- 77, tepatnya pada pertengahan Mei 2020.
Dimana tim menggunakan patokan hari pertama pada pekan pertama Februari 2020.
5. Dr Susanto Sastraredja, ilmuwan matematika dan dosen Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UNS - 28 Maret 2020
Peneliti memprediksi puncak infeksi Covid-19 terjadi pada pertengahan Mei 2020.
Namun, akhir dari pandemi virus corona ini tergantung dari kebijakan yang diambil pemerintah.
6. Prof Dr rer nat Dedi Rosadi, SSi, MSc (Guru Besar Bidang Statistika di UGM, penanggung jawab); Drs Heribetus Joko Kristadi, MSi (alumnus FMIPA UGM), dan Dr Fidelis I Diponegoro, SSi, MM (pengarang Worry Marketing, alumnus PPRA Lemhannas RI) - 30 Maret 2020
Penelitian ini memperkirakan penambahan maksimum total penderita per hari adalah sekira minggu kedua April 2020 (7 hingga 11 April 2020).
Dengan penambahan sekira 185 pasien per hari dan diperkirakan akan terus menurun setelahnya.
Berdasarkan data, diperkirakan pandemi virus corona akan berakhir sekira 100 hari setelah 2 Maret 2020.
Yakni pada 29 Mei 2020 dan paling banyak total penderita positif Covid-19 adalah sekira 6.174 kasus.
• Info Update Kebumen, Satu Warga Usia 60 Tahun Positif Corona, Sempat Jalani Isolasi Mandiri
• Kantor Bupati Banyumas Banjir Karangan Bunga, Admin Info Purwokerto: Kami Dukung Aksi Heroiknya
• Awas Beredar Gula Oplosan Rafinasi, Polisi Tangkap Pelaku Asal Mandiraja Banjarnegara
• Jam Malam Diberlakukan Hari Ini, Kapolresta Banyumas: Mulai Pukul 22.00 Hingga Subuh
Asal Sumber Sama
Meski penelitian-penelitian tersebut menggunakan pemodelan atau metode yang berbeda, tetapi sumber data yang digunakan mayoritas adalah sama.
Sumbernya yaitu data penambahan harian jumlah kasus penyebaran Covid-19 yang diupdate setiap hari oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dr Joko Hariyono dalam tulisannya menyebutkan, berdasarkan kurva eksponensial yang diperoleh dari enam penelitian tersebut dapat ditarik beberapa simpulan.