Berita Nasional
Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Disulap Jadi Ruang Isolasi Darurat ODP dan PDP
Selain rumah dinas Bupati, Pemkab Banyuwangi juga menyiapkan Gedung Wanita yang memilki ruangan luas untuk pasien virus corona.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengikhlaskan rumah dinasnya disulap menjadi ruang isolasi darurat bagi para pasien virus corona.
Selain rumah dinas Bupati, Pemkab Banyuwangi juga menyiapkan Gedung Wanita yang memilki ruangan luas.
Rumah dinas yang disebut Pendopo Sabha Swagata Blambangan itu digunakan untuk isolasi darurat orang dalam pemantauan (ODP).
• Pasien Positif Corona Meninggal di RSUD Kraton Pekalongan, Warga Jakarta Dimakamkan di Pemalang
• Tak Mau Tertular Virus Corona, Warga Lomanis Cilacap Terapkan Lockdown Jalan Gang Permukiman
• Update Virus Corona Cilacap 29 Maret, ODP Bertambah 121 Orang, PDP Jadi 27 Pasien
• Resmi Mulai Besok Senin, Local Lockdown Kota Tegal Selama Empat Bulan
”Ruang isolasi darurat ini untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dengan gejala ringan."
"Adapun bila ada yang positif, ditempatkan di ruang isolasi rumah sakit,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono, Minggu (29/3/2020).
Seperti dikutip melalui Kompas.com, Minggu (29/3/2020), pria yang akrab dipanggil Rio tersebut menjelaskan tentang ruang isolasi darurat itu.
Ruang isolasi di Rumah Dinas Bupati Banyuwangi itu dilengkapi beberapa alat untuk perawatan standar pasien.
Mulai tabung oksigen, monitor pemantau, termasuk tempat tidur untuk pasien.
”Saat ini kami menyiapkan 300 bed isolasi di rumah sakit pemerintah maupun swasta."
"Dengan tambahan ruang isolasi darurat ini, maka bisa ditambah jadi 335 bed,” ujar Rio, sapaan akrab Widji Lestariono.
Sementara itu saat dikonfirmasi, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menjelaskan, penyiapan ruang isolasi darurat ini sebagai bentuk antisipasi terkait segala kemungkinan perkembangan virus corona.
”Kami tidak berharap, tapi untuk antisipasi."
"Kami berdoa semoga semua persiapan ini sia-sia karena penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas dan bisa ditekan,” ujar Anas.
Ia berinisiatif menjadikan rumah dinasnya untuk ruang isolasi sebagai upaya membangun kesadaran bersama bahwa ODP dan PDP, bahkan pasien positif adalah orang-orang yang perlu dukungan.
”Saudara-saudara kita itu bukanlah orang yang harus dijauhi."