Teror Virus Corona

Rumah Dinas Wali Kota Semarang Jadi Ruang Isolasi PDP, Antisipasi Membludaknya Kasus Virus Corona

Rumah Dinas Wali Kota Semarang Jadi Ruang Isolasi PDP, Antisipasi Membludaknya Kasus Virus Corona

Warta Kota/Alex Suban
Ilustrasi - Para pekerja menyiapkan peralatan di Ruang ICU di Tower 7 Wisma Atlet yang menjadi Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (22/3/2020). Ruangan di tower 7 lantai 1, 2, dan 3 Wisma Atlet dimodifikasi menjadi ruang ICU, radiologi, hingga farmasi. Rumah sakit ini siap dioperasikan pada Senin (23/3). 

Rumah Dinas Wali Kota Semarang Jadi Ruang Isolasi PDP, Antisipasi Membludaknya Kasus Virus Corona

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Berdasarwebsite corona.jatengprov.go.id yang dirilis oleh pemprov Jateng, Senin (23/3), disebutkan ada 2.416 pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jawa Tengah, 204 pasien dalam pengawasan (PDP) dan ada 15 orang terkonfirmasi positif corona.

Dari data itu, di Kota Semarang ada 700 ODP, 55 PDP, dan 6 Positif Corona.

Untuk mengantisipasi membeludaknya kasus corona di Kota Semarang, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyebutkan tengah menyulap rumah dinasnya dan kantor Diklat milik Pemerintah Kota Semarang untuk dijadikan kamar isolasi.

Hal ini menjadi salah satu respon cepat yang dilakukan menyusul akan dilakukannya lebih dari 10.000 Rapid Test kepada orang dalam pantauan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Lebih dari 200 kamar isolasi disiapkan yang dibagi menjadi 110 kamar isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, dan 95 kamar isolasi di Kantor Diklat Pemerintah Kota Semarang.

Presiden Jokowi Minta Pemda Beri Bantuan Sosial Masyarakat Kecil Terdampak Wabah Virus Corona

Karena Corona Bupati Banyumas Gelar Rapat Sembari Berjemur di Luar, Simak Hasil Keputusannya

Tim SAR Gabungan Temukan Warga Cimanggu yang Hanyut di Sungai Cikawung, Begini Kondisinya

Dramatis, Detik-detik Penyelamatan Pengendara Terseret Arus Banjir di Wonosobo Berakhir Tragis

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut, memastikan jika ratusan kamar isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang dan Kantor Diklat Pemerintah Kota Semarang akan mulai bisa difungsikan pada tanggal 30 Maret 2020.

"Ruang isolasi akan ditambahkan di RSUD KRMT Wongsonegoro milik Pemerintah Kota Semarang sampai titik maksimal sebanyak 41 kamar, dari yang semula hanya 14 kamar isolasi. Selain itu ada kantor Diklat yang akan di BKO-kan kepada tenaga medis Pemkot Semarang dengan 95 kamar," jelas Hendi, Senin (23/3).

"Juga Rumah Dinas Wali Kota Semarang akan dibangun untuk dapat disiapkan 110 Kamar Isolasi, untuk PDP nanti ditangani oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang, Rumah Sakit Tentara milik Kodam dan Rumah Sakit Bhayangkara milik Polri dengan 110 Kamar," tambahnya.

Untuk mekanisme penanganan PDP yang akan dilokalisir pada Rumah Dinas Wali Kota Semarang dan Kantor Diklat, Hendi menyebutkan akan berada dalam koordinasi rumah sakit rujukan di Kota Semarang.

"Mekanismenya ada dalam satu komando rumah sakit yang sudah mendapat rujukan Kementrian Kesehatan, lewat Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang," paparnya.

PDP Corona Ditolak 4 RS, Kepala Puskesmas Kejobong Purbalingga Buat Ruang Isolasi Sementara

Di sisi lain, Hendi juga menyatakan jika penyemprotan disinfektan di Kota Semarang akan dilakukan dengan mengadopsi beberapa inovasi, salah satunya dengan media outdoor sprayer yang telah diterapkan di Kantor Kejaksaan Negeri.

"Berbagai kreasi memang harus diadopsi, seperti yang ada di Kantor Kejari. Kami akan koordinasikan kepada sedulur - sedulur untuk memperbanyak," tandasnya.

Menurutnya, dalam rangka penanggulangan covid-19, Pemkot Semarang menekankan beberapa hal antara lain sosialisasi terkait virus corona kepada masyarakat, penyemprotan disinfektan terus dilakukan di seluruh kecamatan.

Terakhir, tentang kebijakan anggaran.

Pasien Sembuh Corona Bisa Mengalami Penurunan Fungsi Paru-paru

"Ada Rp 27 miliar. Bahkan, hari ini lebih karena RSUD mengajukan tambahan Rp 4,5 miliar untuk menambah ruang isolasi," ucapnya.
Inisiatif Wali Kota tersebut juga diikuti oleh Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman.

Ia mempersilakan apabila rumah dinas ketua DPRD Kota Semarang dijadikan ruang isolasi penanganan virus corona (covid-19).

Pihaknya mengaku, sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, untuk teknis penyiapan ruang isolasi darurat di rumah dinasnya.

"Apalagi kami memperoleh laporan bahwa beberapa rumah sakit kekurangan ruang isolasi karena banyaknya pasien yang harus ditangani."

"Kami sudah koordinasi dengan Dinkes Kota Semarang untuk penyerahan rumah dinas ini. Teknisnya seperti apa, kami serahkan ke Dinkes," jelas Pilus, sapaannya, Senin (23/3).

Rapid Test Corona Mulai Digelar di Semarang, Simak Kriteria Prioritas yang Bisa Mengikutinya

Di sisi lain,Pilus meminta RSUD tidak menolak setiap pasien yang datang. Dia juga berharap, seluruh pihak bisa berperan aktif melakukan pencegahan penularan virua corona.

"Kami minta RSUD tidak menolak pasien. Jika memang kekurangan tempat perawatan, silakan pakai rumah dinas ketua DPRD Kota Semarang untuk jadi tempat perawatan atau ruang isolasi darurat," ucapnya.

Jika membutuhkan bantuan tenaga medis atau anggaran tambahan untuk penanganan covid, dia meminta pemkot untuk membicarakan bersama para anggota legislatif.

"Mari kita bersama jihad melawan corona ini, " tandasnya.

Resmi! Program Mudik Gratis Lebaran 2020 Dihapus Kementerian Perhubungan

Rusunawa Kendal Jadi Ruang Isolasi

Selain Pemkot Semarang, Kabupaten Kendal juga menyiapkan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang baru saja selesai dibangun di Jalan Stadion Kebondalem, untuk jadi tempat isolasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kendal bersama Bupati Kendal Mirna Annisa, Senin (23/3) kemarin melakukan pengecekan Rusunawa tersebut.

Sekda Moh Toha, menjelaskan, hal itu sebagai bentuk antisipasi lonjakan pasien yang terpapar virus covid-19.

Setidaknya ada 18 kamar Rusunawa bagian bawah dipersiapkan untuk itu.

Petugas kebersihan dari Dinas Kesehatan melakukan sterilisasi tempat agar siap digunakan kapanpun manakala diperlukan.

"Kita coba cadangkan untuk antisipasi kalau ruang isolasi sudah tak bisa tampung lagi. Kita siapkan 18 ruangan di lantai bawah, sudah dibersihkan, sudah ada tempat tidur, meja kursi dan kamar mandi, listrik juga sudah siap," kata Sekda, usai peninjauan.

Mengingat dekatnya Rusunawa tersebut dengan Rusunawa yang telah dihuni masyarakat, ia berharap ada sejumlah langkah antisipatif untuk mencegah penularan.

Gaji Anggota DPR Dipotong untuk Penanganan Virus Corona, Usulan F-PPP Hadapi Wabah Covid-19

Seperti halnya membuat pembatas atau melakukan imbauan agar penghuni Rusunawa lain tidak melakukan aktivitas di dekat ruang isolasi.

"Jangan sampai masyarakat Rusunawa lain berbaur dulu. Mulai bisa difungsikannya manakala diperlukan," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Ferinando Rad Bonay, menambahkan saat ini 16 ruang isolasi yang tersedia baik di RSUD dr Soewondo maupun rumas sakit swasta masih cukup menampung pasien.

Rencananya, ruang isolasi yang disiapkan di Rusunawa akan diperuntukkan bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ataupun yang dinyatakan positif covid-19 manakala ada.

"Sementara ini masih cukup ruang isolasi di rumah sakit. Jika diperlukan baru kita fungsikan ruang isolasi tambahan yang dipersiapakan," terangnya.

Kata Ferinando, jumlah PDP di Kabupaten Kendal sudah mencapai 7 orang. Lima di antaranya sudah dinyatakan negatif corona berdasar hasil uji laboratorium, sedangkan 2 lainnya masih dalam penanganan.

Pasien Positif Virus Corona di Amerika 0 Persen Sembuh, Dunia: 378.287 Kasus, 16.497 Meninggal

Inna Lillaahi wa Inna Ilaihi Rajiun, Prof Iwan Guru Besar UGM Meninggal Positif Virus Corona

Wabah Corona Meluas, DPR RI Sepakat Meniadakan Ujian Nasional, Begini Skema Kelulusannya

Riwayat Perjalanan Mahasiswi PDP Corona di Cilacap yang Meninggal 8 Hari Setelah Sakit

Katanya, 2 PDP baru masuk ke RSUD dr Soewondo dalam kurun waktu 2 hari lalu. Keduanya kini ditempatkan di ruang isolasi dan segera dilakukan uji laboratorium.

"Tinggal 2 dari Ngampel dan Rowosari, belum kita lakukan uji laboratorium. Kita masih tunggu pengadaan alat dari provinsi Jawa Tengah," terangnya.

Lebih lanjut, Dinkes Kendal kini juga melakukan pemantauan terhadap 14 warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Dalam kuru waktu 14 hari ke depan, pihaknya juga melakukan pantauan terhadap 363 warga Kendal yang disinyalir bepergian ke tempat, negara pandemi corona.

"Untuk itu masyarakat jangan panik. Kita buka lebar informasi yang ada. Kalau soal 363 statusnya bukan ODP hanya dipantau saja karena mereka dalam keadaan baik dan sehat semua. Untuk yang ODP kita sarankan untuk isolasi sendiri di rumah masing-masing," terang Ferinando. (eyf/sam)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved