Berita Video
Video Produksi Hand Sanitizer Menggunakan Ciu Wlahar di Banyumas
Pemkab Banyumas berupaya membuat sendiri hand sanitizer dengan memanfaatkan local wisdom atau potensi daerah yang ada.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Abduh Imanulhaq
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Berikut ini video produksi hand sanitizer menggunakan ciu wlahar di Banyumas
Akhir-akhir ini hand sanitizer atau cairan pembersih tangan mendadak menjadi barang langka.
Tidak mengherankan karena imbas dari mewabahnya virus corona (Covid-19), sehingga membuat masyarakat beramai-ramai membeli produk tersebut.
Tak mau kehilangan akal, Pemkab Banyumas berupaya membuat sendiri hand sanitizer dengan memanfaatkan local wisdom atau potensi daerah yang ada.
Pemkab Banyumas berencana mengembangkan sentra ciu di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon sebagai pusat produksi produk farmasi, yaitu hand sanitizer.
Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas ini sebenarnya sudah dikenal lama sebagai tempat pembuatan minuman beralkohol.
Masyarakat sekitar menyebut minuman tersebut dengan istilah ciu.
Karena sebagai tempat produksi ciu yang merupakan minuman beralkohol tidak jarang membuat pada pengrajin merasa minder.
Tetapi tidak dengan Casmadi (70), warga Gerumbul Karanglo, RT 01 RW 03, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon.
Bahan Ciu Wlahar
Dia sudah bertahun-tahun bekerja sebagai pengrajin ciu.
Casmadi menceritakan. jika pembuatan ciu perlu mencampurkan beberapa bahan utamanya.
Bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan ciu.
Seperti gula jawa sekira 30 kilogram, tape singkong sekira 1,5 kilogram, dan tape beras sekira 1 kilogram.
Semua bahan-bahan itu kemudian menjadi satu dan dimasukan ke dalam sebuah wadah tong atau drum besar dan direndam selama 10 hari.
Selama 10 hari itulah terjadi proses fermentasi yang nantinya akan didestilasi atau disuling untuk menghasilkan ciu.
"Satu tong besar itu bisa menghasilkan 25 liter ciu. Kalau yang kecil biasanya menghasilkan 20 liter," ujar Casmadi kepada TribunBanyumas.com, Jumat (20/3/2020).