Berita Banyumas
Berkah Virus Corona, IDI Banyumas Bikin Masker Batik Banyumasan, Bisa Dikembangkan TP PKK
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Banyumas mempunyai ide membuat masker dengan mengkombinasikannya dengan batik Banyumasan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banyumas membagikan masker batik secara gratis kepada ibu-ibu PKK di Desa Purwojati, Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas, Rabu (11/3/2020).
Diketahui, merebaknya virus corona (Covid-19) dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk menimbun bahkan menjual masker dengan harga tinggi.
Oleh karena itu, Wakil Direktur Umum RSUD Banyumas dr Noegroho Harbani melalui Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mempunyai ide membuat masker dengan mengkombinasikannya dengan batik Banyumasan.
Meskipun menggunakan bahan batik, tetapi masker tetap memenuhi standar medis dari Panitia Pencegahan Infeksi (PPI).
• Bikin Resah, Pria Suka Pamer Alat Vital Ditangkap, Satpol PP Kebumen: Dia Ketangkep Basah
• ZI Buka Suara, Pelantikan Perangkat Desa Bertarif di Purbalingga, Terjadi Juga di Cipawon Bukateja
• Tiga Desa di Kecamatan Jeruklegi Bakal Dilintasi Tol Pejagan-Cilacap, Exit Tol di Sumingkir
• Ini Cerita Kemoterapi Pertama Afifah di Yogyakarta, Bocah Penderita Hemangioma Asal Kroya Cilacap
"Tujuannya semakin mengangkat home industri berbasis lokal yang kebetulan bersamaan dengan momen merebaknya corona ini," ujarnya kepada TribunBanyumas.com, Rabu (11/3/2020).
Bukan hanya masker batik, inovasi itu bisa dikembangkan lagi dengan dibuat menjadi baju operasi.
Bisa juga untuk gorden rumah sakit.
Penyebaran virus corona diketahui tidak melalui udara, akan tetapi melalui droplet atau bersin.
Oleh karena itu dr Noegroho sangat menyarankan supaya orang yang sakit sebaiknya menggunakan masker.
"Kami menggunakaan kain berstandar PPI. Yaitu menggunakan kain oxford yang harus rangkap dua," katanya.
Dalam pembuatan masker batik yang terpenting adalah memiliki dua lapis kain.
Namun demikian bahan yang digunakan tidak mesti kain jenis oxford.
Tetapi bisa kain lain yang menggunakan rangkap dua.
Masker tersebut juga tetap memiliki susunan berlapis atau ada lipatannya seperti masker pada umumnya.
Melihat adanya potensi tersebut, dr Noegroho kemudian berkoordinasi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas, Erna Husein.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/masker-batik-banyumas.jpg)