Berita Kesehatan

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Seorang Anak Pasien DBD Meninggal, Gegara Terlambat Berobat

RSUD Kalisari Batang dr Tan Evi Susanti mencatat dari 213 pasien anak, 39 di antaranya terdiagnosis DBD.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/DINA INDRIANI
Dokter spesialis anak di RSUD Kalisari Batang, dr Tan Evi Susanti memeriksa pasien anak di ruangannya, Kamis (5/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Setiap awal tahun khususnya pada musim penghujan kerapkali kasus Demam Berdarah Dengue ( DBD) semakin tinggi.

Kasus yang disebabkan virus dengue dari gigitan nyamuk aedes aegypti itu hampir terjadi di semua daerah.

Tak terkecuali di Kabupaten Batang, Jawa Tengah yang setiap tahunnya selalu waspada terhadap kasus DBD.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang mencatat, saat ini sudah ada 57 kasus orang yang positif DBD.

Pelantikan Perangkat Desa Bertarif, Capai Rp 80 Juta, Polres Purbalingga: Sisa Uang di Laci Kades

Kisah Pesulap Asal Inggris di Semarang, Mau Ngisi Acara di Kapal Viking Sun, Tapi Malah Dilarang

Pasien Asal Kaliajir Positif Corona, RSUD Margono Purwokerto Pastikan Hoaks, Ini Info Sebenarnya

Tiga Desa di Kecamatan Jeruklegi Bakal Dilintasi Tol Pejagan-Cilacap, Exit Tol di Sumingkir

Sementara data yang dihimpun dari dokter spesialis anak, RSUD Kalisari Batang dr Tan Evi Susanti mencatat dari 213 pasien anak, 39 di antaranya terdiagnosis DBD.

"Sejak Desember ada 39 anak yang terdiagnosis DBD dari jumlah pasien anak dan sudah ditangani di ruang anak."

"Saat ini sudah ada peningkatan sekira 47 persen," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (5/3/2020).

Dikatakannya, untuk kasus DBD sudah ada satu pasien anak yang meninggal dunia pada pertengahan Februari 2020.

"Pada 11 Februari 2020, seorang anak meninggal karena terlambat dibawa ke rumah sakit."

"Panas lima hari sudah syok dan meninggal di IGD RSUD Kalisari Batang," ujarnya.

Dijelaskannya, setiap pasien DBD yang masuk ke RSUD Batang sudah dilaporkan ke Dinkes dalam waktu 1x24 jam.

Pihak Dinkes kemudian menindaklanjuti dengan koordinasi dengan Puskesmas dimana pasien tinggal.

"Dari personel Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) mendatangi rumah pasien dan 100 meter di sekitarnya untuk mendata."

"Lalu kami memberikan penyuluhan tentang kebersihan lingkungan serta fogging sebagai langkah antisipasi," jelasnya.

Dia menambahkan, tidak hanya DBD, penyakit-penyakit musim hujan yang paling sering dialami oleh anak-anak seperti influenza atau flu, diare, demam tifoid (tipes).

Sehingga dia mengimbau untuk para orangtua agar selalu memantau kesehatan anak, asupan gizi, dan kebersihan lingkungan. (Dina Indriani)

Konsultasi Soal Virus Corona? Hubungi Dokter RSUD Margono Purwokerto, Ini Nomor Teleponnya

Ditinggal Takziah, Dana BOS SMP Rp 150 Juta Raib, Pelaku Ditangkap di Cilacap

Masih Tunggu Hasil Jakarta, Ini Kondisi Terkini Empat Pasien Terduga Suspect Corona di Banyumas

Sungai Serayu Meluap, Rumah Warsinah Kebanjiran: Baru Kali Ini Lama Surutnya

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved