Berita Viral

Viral Ekspresi Bayi Marah Setelah Dilahirkan, Simak Videonya

Sebuah foto yang menggambarkan raut muka seorang bayi yang baru lahir dengan wajah marah viral di media sosial.

Editor: Rival Almanaf
Facebook Rodrigo Kunstmann Fotógrafo Profissional
Ekspresi marah bayi Isabela sesaat setelah dilahirkan 

Seperti yang dilansir Nakita.id, di balik tangisan bayi itu ternyata ada beberapa manfaat, salah satunya dengan menangis bayi otomatis akan memfungsikan organ paru-paru untuk bekerja dengan baik.

Selain itu, alasan bayi menangis saat dilahirkan yaitu karena ia merasa kedinginan.

Perubahan suhu 2 hingga 3 derajat lebih rendah dibanding rahim, tentu membuat bayi merasa tidak nyaman. Jadilah ia menangis.

Ditambah cairan ketuban yang masih membasahi kulit dan tubuhnya semakin membuatnya kedinginan.

Dengan begitu, untuk mengurangi rasa dingin bayi ketika baru dilahirkan, disarankan untuk membungkus kepala bayi baru lahir dengan selimut.

"Perlu diketahui, suhu tubuh manusia termasuk bayi diatur oleh mekanisme persarafan yang terletak pada susunan saraf pusat atau hipotalamus," ujar dokter spesialis anak dr. Rinaldi, Sp.A, dari RSIA Ummi, Bogor.

"Nah, kestabilan suhu atau tubuh terpelihara berkat adanya keseimbangan antara panas yang hilang dan produksi panas dari dalam tubuh," tambah Rinaldi menjelaskan.

Winger Garuda Select dan Pemain Persib Lampau Kecepatan Bintang Man City, Hanya Kalah dengan Bale

Hiu Paus Ditemukan Mati dengan Perut Penuh Pasir, Sebelumnya Mondar-mandir di Kawasan Pesisir

Prinsip ini masih sulit untuk dilakukan oleh bayi, hal itu dikarenakan pada bayi baru lahir, lemak subkutannya lebih tipis dibandingkan orang dewasa.

Lemak subkutan adalah lemak yang mengumpul di beberapa bagian tubuh, seperti paha, bokong, lengan, dan sebagainya.

Selain itu, pembuluh darah bayi sangat mudah dipengaruhi oleh perubahan suhu lingkungan, serta kelenjar keringat belum berfungsi normal, sehingga mudah kehilangan panas tubuh.

Rambut, kulit, dan lapisan lemak bawah kulit bayi sebenarnya dapat membantunya untuk memertahankan suhu tubuh serta mencegah kehilangan panas tubuh.

Namun sayangnya, lapisan tersebut bergantung pada ketebalan untuk berfungsi baik dan efisien, tapi sebagian besar bayi tidak memiliki lapisan yang tebal sehingga tetap aja akan merasa kedinginan.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie/Nakita.id, Finna Prima Handayani)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved