Teror Virus Corona

Sempat Dirawat di Ruang Isolasi Karena Diduga Corona, Pasien RSUP dr Kariadi Meninggal Dunia

Seorang pasien diduga terjangkit virus Corona yang dirawat di RSUP dr Kariadi meninggal dunia pada Minggu (23/2/2020).

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: Rival Almanaf
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Tim medis melakukan penanganan darurat pasien yang diindikasi terjangkit Virus Corona di Ruang Isolasi Khusus Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi saat simulasi penanganan wabah Virus Corona (nCoV) di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/1/2020). Berbagai simulasi penanganan yang dilakukan oleh RSUP Kariadi bersama Dinas Kesehatan Pemprov Jateng dan sejumlah rumah sakit di Kota Semarang tersebut sebagai antisipasi kesiapsiagaan perangkat medis dalam penanganan wabah Virus Corona tersebut. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Seorang pasien diduga terjangkit virus Corona yang dirawat di RSUP dr Kariadi meninggal dunia pada Minggu (23/2/2020).

Hal itu disampaikan oleh Kabid Pelayanan Medik, dr Nurdopo Broto. Menurutnya, pasien yang meninggal tersebut dirawat di Ruang Isolasi Icu.

"Menurut hasil laboratorium yang kita terima Senin (24/2/2020) kemarin, pasien tersebut negatif Corona," kata dr Nurdopo kepada Tribunjateng.com, Selasa (25/2/2020) malam.

Saat ini pasien sudah dikembalikan ke keluarga, dan keluarga sudah diberi edukasi terkait penanganan pasien yang meninggal tersebut.

Hendak Mengajar, Seorang Guru Ditemukan Tewas Dengan Tombak Masih Menancap

Hanya Karena Masalah Ini, Seorang Suami Bunuh Istrinya di Depan Anak

Hati-hati, Tanah Amblas di Jalan Nasional Jeruklegi-Wangon Cilacap

Kisah Aan Pelajar Kelas 5 SD Seklah Sembari Bekerja di Pabrik Bata Untuk Merawat Ayah dan Nenek

"Karena sebelumnya pasien yang meninggal belum tahu penyebabnya, maka kami perlakukan pengawasan virus covid-19. Sehingga, perlakuan yang kami lakukan seperti pasien yang terkena virus Corona," tambahnya.

Pasien tersebut merupakan WNI dari Jawa Tengah.

"Kami tidak bisa menyampaikan pasien tersebut asal daerahnya mana, karena hal itu akan membuat resah," tuturnya.

Direktur Medik dan Keperawatan, dr Agoes Poerwoko menyampaikan RSUP dr Kariadi pada data terakhir sudah menerima pasien dengan gejala virus corona berjumlah 23 orang.

Di antaranya 13 dalam pemantauan yang artinya boleh pulang, untuk 10 orang dalam pengawasan.

"Untuk yang pengawasan ini lah yang diuji di lab dan hasilnya negatif.

Dua Pelajar SMA Diringkus Polisi Karena Edarkan Uang Palsu, Begini Cara Mereka Beraksi

Kisah Annisa yang Tidak Turuti Instruksi Pembina Justru Buatnya Selamat Dari Tragedi Susur Sungai

Dua Remaja Tusuk Tukang Parkir di Tempat Hiburan Mallam

BREAKINGNEWS: Pengemudi Mobil Tabraki Pemotor Sambil Berteriak Kafir

Untuk yang pemantauan sudah lewat 15 hari dalam perawatan dan tidak ada gejala.

Untuk sekarang, baru masuk kemarin sore kami menangani 1 pasien WNI masih dalam pengawasan karena ada kontak dengan orang Korea dan China di Indonesia.

Hasil pemeriksaan sudah kami kirim ke Jakarta untuk diuji lab, dan sekarang kami masih menunggu," ungkapnya. (kan)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved