Berita Purbalingga
Kisah Michelle Mahasiswi Asal Purbalingga yang Sempat Terjebak di Wuhan
Wajah semringah terpancar dari raut wajah Michelle Yemenia warga perum Palm Estate Penambongan Purbalingga.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Rival Almanaf
Michelle terisolir di kota Wuhan bersama teman-temannya yang berasal dari Indonesia.
• Video Kadus Sukoreno Wonosobo Meninggal Tertimbun Tanah Longsor
• Saksikan Debat Akademik antara Dosen dan Rektor Unnes Soal Pembebastugasan Besok
Kala itu dirinya berada di asrama mahasiswa yang berada di kota tersebut.
"Kondisi kala itu penuh rasa cemas dan takut terinfeksi virusnya," tutur dia.
Bahan Makanan Menipis
Menurutnya, Kota Wuhan kala itu dalam kondisi sepi.
Terlebih saat itu perayaan tahun baru Cina banyak masyarakat Wuhan berkunjung ke keluarganya yang ada di luar kota.
"Pemerintah juga menganjurkan tidak keluar rumah kalau tidak kepentingan," tutur dia.
Selama berada di Wuhan, Dirinya bersama temannya memasak sendiri.
Dirinya takut tertular virus jika membeli makanan siap saji.
"Sementara bahan makanan mulai menipis dan kami takut keluar. Mau beli makanan juga takut jadinya masak sendiri," jelasnya.
Biasanya, dia bersama temannya membeli bahan makanan di mini market yang ada di sekolah tersebut.
Namun ketika toko tutup terpaksa harus membeli bahan makanan di luar sekolah.
"Kalau tutup biasanya teman cowok yang keluar. Kalau yang cewek tugasnya memasak," jelasnya.
Selama terisolir, dia bersama teman-temannya hanya berdiam diri di dalam asrama.
Diriya bersama teman-temannya saling menguatkan agar tidak sakit, dan stress.