Berita Purbalingga
Heboh Gambar Palu Arit di Padamara Purbalingga, Ini Pengakuan Petugas Pengukur Jalan
Saat dilakukan pengukuran tidak ditemukan adanya gambar lambang palu dan arit
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: muslimah
Namun dirinya tidak ikut pengkuran karena sedang sakit.
"Saya sedang sakit dan tidak bisa ikut ngukur. Jadi yang melakukan pengukuran tiga orang yang merupakan pegawai saya. Ketiga orang tersebut satu diantaranya pegawai baru, " ujarnya.
Novita tidak mengetahui adanya kejadian tersebut.
Dirinya juga telah melakukan pengecekan ke lokasi untuk memgantisipasi adanya ruas jalan yang salah.
"Tapi saya tidak turun dari mobil. Saya cuma mengikuti alur pengecekan. Pengecekan terakhir dua hari yang lalu, " tutur dia.
Menurutnya, selama ini, pegawainya tidak pernah melakukan hal tersebut selama menggarap proyek.
Bahkan dirinya percaya terhadap pegawai barunya.
"Setahu saya anak baru ini baik. Saya juga mendapatkan rekom dari teman-teman sebelum memperkejakan anak tersebut," tutur dia.
Ia tidak yakin lambang simbol palu arit digambar oleh pegawainya.
Meski begitu dirinya tetap akan menyelidiki lebih lanjut.
"Ada anak kerja praktek di tempat saya. Tapi tidak ikut mengukur jalan, " pungkasnya.
Disisi lain Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPU-PR) Sucipto akan mengecek lagi terkait pengukuran jalan di Desa Karangpule-Karangsari Kecamatan Padamara.
Dirinya menegaskan bahwa gambar tersebut tidak mungkin dibuat oleh pihak internalnya maupun rekanan.
" Tidak mungkin pihak kami main-main dengan hal tersebut,"ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, warga Karangpule kecamatan Padamara digegerkan adanya gambar berlambang palu arit di jalan raya Karangpule-Karangsari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/posisi-jalan-karangpule-karangsari-kecamatan-padamara-s.jpg)