Breaking News:

Kuliner Banyumas

Mendoan tapi Kriuk? Update Terbaru Mendoan di Banyumas, Menikmatinya Dicocol ke Sambel Kecap

Mendoan kriuk dapat dengan mudah dijumpai di Baturraden, Jawa Tengah, tepatnya di parkiran lokawisata Baturraden

Kompas.com/Inadha Rahma Nidya
Sepiring mendoan kriuk disajikan bersama sambal kecap. 

TRIBUNBANYUMAS.COM – Berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 10x6 centimeter (cm) dan banyak remahan tepung di atasnya, membuat mendoan kriuk selalu menggoda untuk dinikmati.

Terlebih jika mendoan kriuk yang disajikan baru matang dan diangkat dari penggorengan.

Mendoan kriuk panas tersebut semakin nikmat disantap jika dicolekkan ke sambal kecap, atau dimakan bersama cabai rawit.

Ketika dikunyah, rasanya bercampur antara gurih, manis, dan pedas. Remahan tepungnya membuat bunyi kriuk-kriuk terdengar dari mulut.

Kompas.com pernah menjajal kudapan ini pada pertengahan September 2019 dan memang begitulah kira-kira tampilan, rasa, serta sensasi mencicipi mendoan kriuk.

Pengembangan dari mendoan

Perlu diketahui, mendoan kriuk adalah inovasi atau pengembangan dari mendoan.

Makanan khas asli Banyumas, Jawa Tengah ini adalah panganan berbahan dasar tempe yang dibalut dengan tepung dan bumbu.

Mendoan berasal dari kata mendo yang artinya setengah matang.

Jadi sesuai namanya, setelah dicelupkan ke adonan dari tepung beras, tepung terigu, daun bawang, garam, bawang, dan ketumbar, tempe hanya digoreng setengah matang saja, dan langsung disajikan.

Halaman
123
Editor: muslimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved