Teror Virus Corona
Muasal Virus Corona, Rekombinasi dari Kelelawar dan Ular
penelitian terbaru menyebutkan, virus corona 2019 dari wuhan, merupakan rekombinasi dari virus serupa yang berasal dari kelelawar dan ular
Penulis: Wilujeng Puspita | Editor: yayan isro roziki
TRIBUNBANYUMAS.COM - Virus corona yang kini menghebohkan dunia internasional, mulanya berasal dari Pasar Seafood Huanan, Wuhan, di Provinsi Hubei, China.
Kendati bernama Pasar Seafood, di tempat itu juga menjual berbagai daging atau hewan liar yang masih hidup. Di sana juga tersedia jasa penyembelihan hewan-hewan liar eksotik.
Di antara sejumlah hewan liar yang dijual di sana untuk dikonsumsi antara lain adalah keleawar dan ular.
Virus baru yang mematikan ini diduga berasal dari dua hewan tersebut.
• Kekaisaran Matahari Sunda Empire Runtuh? Rangga Sasana hingga Nasri Banks Diringkus Polisi
• Garuda Select Bagus Kahfi dkk Sukses di Italia, Bertolak ke Inggris di Tunggu Lawan Berat
• Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan Raih Doktor Ilmu Hukum di Undip. Banjir Ucapan Selamat
• Kisah Muhsinin Sakit Hati Dikhianati Pacar, Mengaku Khilaf Sebar Video Mesum di Internet
Pada 8 Desember 2019, Virus corona jenis baru ini bernama 2019 novel coronavirus (2019-nCov) pertama kali ditemukan di Pasar Ikan Wuhan China.
Data terbaru yang dipublikasikan Journal of Medical Microbiology menjelaskan bahwa kode-kode protein atau materi genetik Virus Corona 2019-nCov ini merupakan rekombinasi dari Virus Corona asal kelelawar dan ular.
Terutama pada selubung virus, yang dapat mengenali reseptor sel inang pada manusia.
Dengan kata lain Virus Corono 2019-nCov ini merupakan kombinasi virus corona yang berasal dari kelelawar dan ular.
• Kisah Panji Guru Honorer Bergaji Rp300 Ribu, Pakai Sepatu Bolong, Nangis Dihadiahi Sepatu dan Motor
Data lainnya seperti dikutip dari bioRxiv, Virus Corona 2019-nCoV sangat identik dengan Sars-CoV dalam hal kesamaan material genetik dan reseptor pada selubung virusnya.
Disebutkan pula bahwa 2019-nCoV diduga kuat berasal dari kelelawar, berdasarkan analisis pada tingkat genom secara keseluruhan.
Wabah virus corona menyebabkan kota Wuhan seperti kota mati.
Dilansir BBC (24/01/2020), penduduk setempat tidak dapat pergi setelah pemerintah memberlakukan pembatasan pergerakan mereka.
• Diteror Spanduk Kudu Liga 1, Pelatih PSCS Cilacap Jaya Hartono Ungkap Targetnya di Liga 2
Individu terinfeksi pertama virus corona Wuhan menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins ditemukan di antara para penjaja kios di Pasar Makanan Laut Cina Selatan, Wuhan.
Pasar basah tersebut kemudian ditutup pada 1 Januari 2020.
Pada 23 Januari 2020, Wuhan sebagai kota yang diduga kuat sebagai sumber penyakit ini diisolasi.
Transportasi umum dan perjalanan udara dari dan ke kota itu kemudian ditutup Pemerintah China.
• Video PSCS Cilacap Diteror Spanduk Kudu Liga 1
Ilmuwan di China mengatakan Virus Corona ini 'melompat' dari kelelawar ke ular, yang dijual di pasar ikan di Wuhan, baru selanjutnya ke manusia.
WHO meneybut, Virus Corona meluas dengan cepat dan lebih banyak penderita kemungkinan akan dilaporkan dari berbagai bagian China dan negara lain dalam hari-hari mendatang.
Kekhawatirannya adalah virus ini bisa membuat sakit banyak orang, khususnya dalam masa liburan tahun baru ini, ketika jutaan warga China bepergian di dalam dan luar negeri untuk merayakan tahun baru Imlek bersama keluarga.
• Kisah Nelayan Selamat dari Penculikan Abu Sayyaf, Dulu Kabur tapi Pingsan, Diperlakukan Seperti Ini
• PNS Curi 40 Tablet di SMPN 4 Purwanegara Banjarnegara, Polisi Ungkap Modus dan Motif Tersangka
• Kisah Maryati yang Kehilangan Motor saat CFD Kali Pertama Digelar di Purbalingga
• Sekeluarga Keracunan Setelah Santap Daging Anjing Rebus, Satu Bocah Meninggal Dunia
Sejumlah bandara di seluruh dunia telah mengadakan pemeriksaan atas pengunjung yang mungkin terkena penyakit itu.
Namun, melihat risiko yang ada saat ini belum diperlukan pembatasan perjalanan atau perdagangan yang ketat.
Saat ini jumlah korban tewas akibat Virus Corona terus bertambah. Hingga Selasa (28/1/2020), otoritas China menyebut 106 orang meninggal dunia dan 4.000 kasus terinfeksi virus yang bermula dari Wuhan China. (tribunjateng.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Penelitian Terbaru Asal Muasal Virus Corona 2019, Rekombinasi dari Kelelawar dan Ular
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-corona-_.jpg)