Tranmere vs Manchester United, Laga Pertaruhan Ole. Kalah Lagi Dipecat?
Pertandingan Piala FA melawan Tranmere pada hari Minggu (26/1) berpotensi menjadi pertandingan terakhir Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih MU
Tranmere berada di zona degradasi League One, dan mulai 2020 dengan kalah tiga pertandingan kandang berturut-turut atas Coventry, Leicester Under-21s, dan Ipswich - dengan skor gabungan 8-3. Namun kemenangan atas Watford pada hari Kamis menunjukkan mereka juga mampu membuat kejutan.
• Seram! Dahan Beringin di Kuburan Slatri Banjarnegara Tumbang, Truk yang Melintas Mendadak Mogok
Para penggemar United juga sangat beragam, mayoritas penggemar United percaya masalah klub mereka jauh lebih dalam.
Mereka marah pada kombinasi masalah yang dianggap sebagai kurangnya investasi, sejumlah besar uang yang keluar dari klub dalam pembagian dividen dan pembayaran keuangan, dan rekrutmen yang buruk.
Pendukung Setan Merah kecewa dengan kepemilikan klub di tangan Keluarga Glazer yang telah menguasai MU sejak 2005. Mereka juga tak puas dengan MU yang dijalankan wakil ketua eksekutif, Ed Woodward.
Woodward tidak berada di Old Trafford pada hari Rabu, tetapi ia merasa tidak nyaman dengan kritik yang ditujukan kepadanya dan telah mempekerjakan konsultan hubungan masyarakat eksternal untuk memperbaiki cara pandang klub.
• Sensasi Makan Durian di Curug Pitu Sigaluh Banjarnegara, Ada Durian Simimang yang Lagi Digandrungi
Fan MU geram dengan performa klub dalam beberapa laga terakhir. Di bawah Ole Gunnar Solskjaer, MU sudah menelan delapan kekalahan dari 24 pertandingan Liga Inggris yang sudah dimainkan.
Ada tantangan lain yang dihadapi MU jelang laga ini. Yaitu buruknya kondisi lapangan. Sebagian lapangan tidak ditumbuhi rumput karena musim dingin.
Pelatih Tranmere, Micky Mellon mengakui lapangan buruk, tapi dia mengabaikannya. Mellon tidak terlalu khawatir dengan kondisi lapangan Prenton Park yang akan dipakai pertandingan Piala FA.
"Mari kita luruskan, kita tidak berbicara tentang lapangan yang kondisinya seperti ladang yang dibajak di sini. Tidak apa-apa. Ada banyak pasir, lebih dari biasanya di atasnya," kata Mellon dikutip BBC.
• Kronologi Mencekam 4 Pelajar SMP Berlarian ke Jurang saat Dikejar Pelajar Lain, 1 Tewas
• Corona SARS Flu Burung, Hampir Semua Virus Mematikan Berasal dari China, Peneliti Ungkap Penyebabnya
• Simak Jadwal dan Lokasi Tes SKD CPNS Kemendikbud di Jawa Tengah
• Di Balik Kontroversi Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri: Pernah 5 Kali Gagal Jadi Polisi (3-habis)
Tim yang bermain di League One itu telah mengalahkan Watford sebelumnya menghadapi Setan Merah di putaran keempat. Pertandingan itu sebelumnya dijadwalkan digelar pada 14 Januari tapi ditunda karena Lapangan Prenton Park sempat tergenang air.
Pada bulan Desember, manajer Chelsea Women, Emma Hayes meminta maaf karena memberikan kondisi lapangan terburuk saat bermain di Liga Super Wanita melawan Liverpool. Pertandingan dilaksanakan setelah hujan deras.
"Pertandingan tim putri Liverpool melawan Chelsea Putri seharusnya tidak diteruskan, dan itu mungkin permainan yang menyebabkan lapangan dalam kondisi seperti sekarang," tambah Mellon.
"Kondisi ini tidak bisa dipulihkan karena kerusakan yang terjadi pada pertandingan itu dan karena rumput tidak tumbuh di musim dingin," katanya.
Manajer United Solskjaer mengatakan lapangannya tidak bagus, "Tapi itu kondisi yang sama yang dialami. Para pemain hanya perlu harus fokus. Semua orang harus fokus dengan pantulan bola," kata Ole. (Tribunnews/mba)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/ole-gunnar-solskjaer.jpg)