Asal Muasal Masjid Lautze Dibangun oleh Warga Tionghoa
Terdapat sebuah bangunan berbentuk ruko berlantai empat di Jalan Lautze, Karanganyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Arsitektur bangunan yang unik Perpaduan warna merah, kuning, dan hijau sangat banyak terdapat di Masjid Lautze.
Masuk dari pintu depan, pengunjung akan melewati 4 pintu utama yang dicat berwarna merah.
Usai melewati pintu, pengunjung akan menemui mimbar yang jadi satu dengan ruang utama.
• Hasil Liga Jerman : Haaland Cetak 5 Gol dalalm 59 Menit, Dortmund Bantai Koln
• Bumijawa dan Margasari Alami Hujan Lebat, Begini Prakiraan Cuaca di Tegal Raya Sabtu (25/1/2020)
• Hasil Pertandingan Liga Italia : Rebic - Ibrahimovic Bawa Milan Tak Terkalahkan Dalam 4 Laga
Di sini nuansa hijau dan kuning terasa kental sekali. Belum lagi kaligrafi bertuliskan huruf arab dan tulisan cina terjejer rapih di dinding masjid.
Naik kelantai dua, tata letaknya hampir sama seperti di lantai satu yakni terdapat ruangan untuk sholat dan tempat wudhu.
Lain halnya dengan lantai 3 yang dijadikan untuk kantor bagi para pengurus dalam mengurus segala bidang administrasi dan lantai empat yang digunakan sebagai ruang pertemuan.
Meski berada di kawasan pecinan, Masjid Lautze diterima baik di tengah-tengah masyarakat sejak berdiri. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Singkat tentang Masjid Lautze yang Dibangun oleh Warga Keturunan Tionghoa",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bagian-dalam-masjid-lautze-sawah-besar-jakarta-pusat.jpg)