Puluhan Kotak Kran untuk Stadion Jatidiri Semarang Digondol Maling, Komplotan Ditangkap Di Solo

Setidaknya, kran merk Toto untuk kamar mandi di Stadion Jatidiri yang berjumlah sebanyak 80 kotak itu dibawa lari oleh tiga orang

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muslimah
Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang
Saat ketiga pelaku ditangkap di wilayah Solo, Sabtu (18/1/2020) kemarin bersama sejumlah barang bukti. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Puluhan kotak berisikan kran kamar mandi stanlis untuk pembangunan Stadion Jatidiri, Kota Semarang digondol komplotan pencuri asal Jakarta.

Setidaknya, kran merk Toto untuk kamar mandi di Stadion Jatidiri yang berjumlah sebanyak 80 kotak itu dibawa lari oleh tiga orang.

Dari hilangnya puluhan kotak kran tersebut, pemborong dari proyek revitalisasi Stadion Jatidiri mengalami kerugian hingga Rp 135 juta.

Namun, para pelaku dari aksi pencurian ini telah ditangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang pada Sabtu (18/1/2020) pukul 03.30 WIB lalu di sebuah hotel di Solo.

Adapun para tersangka tersebut antara lain berinisial BF (30) warga Jakarta Pusat, YH (46) warga Jakarta Utara, dan S (50) warga Jakarta Utara.

Dari informasi yang dihimpun, komplotan ini diketahui melakukan aksinya pada Selasa, 31 Desember 2019, akhir tahun lalu.

Modusnya, para tersangka menyamar dan mengaku sebagai pegawai proyek pembangunan Stadion Jatidiri.

Kemudian, para pelaku mengambil barang-barang yang ada di dalam gudang dengan cara merusak rolingdoor.

Hilangnya puluhan kotak kran kamar mandi itu mulai disadari.

Akhirnya, pemborong melaporkan kehilangan tersebut ke polisi pada Jumat (17/1/2020) lalu.

Saat dikonfirmasi, Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Sukiyono membenarkan kejadian dan penangkapan itu.

Menurutnya, kasus tersebut masih diselidiki lebih dalam oleh para penyidik dari Satreskrim Polrestabes Semarang.

"Para pelaku ditangkap di Solo. Dari pengakuan mereka, hasil curiannya telah dijual ke Banten.

Pembeli dari Banten itu pun sudah diamankan oleh pihak Unit Resmob," ungkap Kompol Sukiyono kepada Tribunjateng.com, Rabu (22/1/2020).

Dia menuturkan, adapun pelaku dari Banten yang turut diamankan oleh Unit Resmob adalah AT (33), warga Majalebak, Banten.

AT ditangkap karena turut menerima barang hasil pencurian oleh para komplotan asal Jakarta tersebut.

"Atas kasus ini, para tersangka akan dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 3 ,4 dan 5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Sejauh ini, pihak dari Satreskrim masih mendalami kasus," tegasnya. (Tribunjateng/gum)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved