Kamis, 9 April 2026

Tiga Nelayan Cilacap Terdampar di Kebumen, BMKG Cilacap: Nelayan Hati-hati

Tiga nelayan asal Jetis, Cilacap, terdampar di pantai wilayah Kabupaten Kebumen, Jumat (17/1/2020) dini hari. BMKG minta nelayan waspadai cuaca buurk

Istimewa
Nelayan warga Jetis yang terdampar di Kebumen, Jumat, (17/1/2020). 

Laporan Reporter Tribun Banyumas, Muhammad Yunan Setiawan

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Tiga nelayan asal Jetis, Cilacap, terdampar di pantai wilayah Kabupaten Kebumen, Jumat (17/1/2020) dini hari.

Ketiga nama nelayan itu adalah Heru Cahyono, Danu, dan Sanadi.

Informasi mengenai tiga nelayan Cilacap yang terdampar di Kebumen ramai di grup media sosial Berita Kebumen dan Info Cegatan Cilacap.

BREAKING NEWS: Tim SAR Evakuasi Jasad Pemancing di Goa Lawa Karangbolong

Pasangan Kekasih Ini Buka Audisi Hubungan Intim Bertiga, Gratis, Foto Pendaftar Diseleksi Si Pria

Warga di eks-Karisidenan Banyumas Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem, Picu Risiko Bencana

Jalan Rusak Tungkep Purbalingga, dari Bikin patah Tulang hingga Mau Ditanami Pohon oleh Warga

Dalam keterangan yang disampaikan saksi mata, Fajar mengatakan saat ini tiga kondisi korban hanya mengalami luka ringan.

Ketiga korban sudah dievakuasi di rumah warga, di Dusun Cengkerek, Desa Setrojenar RT 02/01, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, kapal berangkat dari Jetis malam Rabu, kemarin. Kapal terkena gelombang tinggi dan terombang-ambing.

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Purworejo Nekat Gelar Kirab di Tengah Cuaca Ekstrem Dieng

Nenek Penjual Sate di Dieng Ini Tunggui Pembeli Makan Meski Sudah Dibayar, Alasannya Bikin Tertegun

Lalu warga yang menjaring ikan di sekitar lokasi kejadian mengetahui kondisi kapal tersebut. Dan warga langsung bergotong-royong menyelamatkan korban.

Menanggapi kejadian kapal nelayan terdampar gelombanv tinggi, Kepala Kelompok Operasional Stasiun Meteorologi, Tunggulwulung, Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan peringatan gelombang tinggi sudah diinformasikan sejak 14 Januari 2020.

"Diprakirakan 14-17 Januari 2020, gelombang di Pantai Selatan di atas 2,5 meter. Setelah itu tanggal 17 cuaca kembali kondusif," ujarnya saat ditemui Tribun Banyumas, Jumat, (17/1/2020).

Teguh juga mengimbau kepada nelayan agar berhati-hati berlayar pada saat cuaca yang kurang kondusif. (*)

Jejak Raja Keraton Agung Sejagat Toto Santoso, Pernah Hebohkan Dieng hingga Tinggal di Pinggir Rel

Kondisi Terkini Fanni Ratu Keraton Agung Sejagat, Kapolda Jateng Sebut Merasa Dapat Wangsit Ini

Kisah Jalanan Rusak di Tungkep Purbalingga. Bupati Tiwi Terjatuh Hingga Warga yang Patah Tulang

Terungkap! Totok Raja Keraton Agung Sejagat Purworejo Berutang Rp1,3 Miliar Saat Tinggal di Jakarta

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved