Petani di Ngawi Tewas Karena Jebakan Tikus yang Ia Pasang Sendiri
Nasib sial dialam Sungkono (45) seorang petani Desa Baderan, Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi.
TRIBUNBANYUMAS.COM, NGAWI - Nasib sial dialam Sungkono (45) seorang petani Desa Baderan, Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi.
Berniat membasmi hama tikus di areal persawahannya denga jebakan bertegangan listrik, namun ia justru menjadi korban jebakan tersebut.
Jebakan tikus beraliran listrik di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kembali membawa korban jiwa.
Sungkono (45), warga Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, ditemukan tewas tersengat aliran listrik dari kabel jebakan tikus yang dipasangnya sendiri, Sabtu (11/1/2020) malam.
Kapolsek Geneng AKP Dhanang Prasmoko mengatakan, sebelumnya, korban menyalakan genset untuk mengaliri listrik jebakan tikus yang dipasangnya.
• Rugi Besar Karena Banjir, Mal-mal di Jakarta Tuntut Ganti Rugi ke Gubernur Anies
• Misteri Pengantin Baru Tewas di Kamar Kos, Bersimbah Darah dan Kamar Dalam Keadaan Terkunci
“Terpeleset di pematang sawah dan siku tangan kiri korban mengenai kawat jebakan tikus yang dialiri arus listrik,” ujarnya melalui pesan singkat, Minggu (12/01/2020).
Mahmud (27), anak korban yang berada tak jauh dari lokasi kejadian sempat mendengar korban jatuh dan berteriak, kemudian datang dan mematikan mesin genset yang digunakan mengaliri listrik untuk jebakan tikus.
Mahmud kemudian membawa korban ke Puskesmas Geneng dengan membonceng sepeda motor dibantu tetangganya yang berada di sawah.
“Sampai di puskesmas korban sudah tidak bisa ditolong,” imbuh Dhanang.
Sebulan terakhir di Kabupaten Ngawi, 2 warga ditemukan tewas karena jebakan tikus beraliran listrik.
Pada Selasa (7/1/2020), warga menemukan mayat tanpa identitas seorang nenek berusia sekitar 70 tahun yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.
• Ratusan Desa Rawan Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Banyumas
• Berasyik-Masyuk dengan Pria Lain Saat Suami Tertidur di Sampingnya, Nasib Wanita Ini Berujung Tragis
Nenek itu diduga tewas karena tersengat aliran listrik dari jebakan tikus di area persawahan Desa Pangkur, Kecamatan Pangkur.
Dhanang mengaku di Kecamatan Geneng sebenarnya sudah banyak yang tidak lagi memasang jebakan tikus beraliran listrik karena berbahaya.
Namun sebagian petani masih ada yang sembunyi-sembunyi memasang jebakan tikus beraliran listrik.
“Dari polsek sudah mengimbau, dan masyarakat sebagian besar sudah tidak lagi (memasang jebatan tikus listrik), namun masih ada yang sembunyi-sembunyi pasang,” katanya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Seorang Petani Tewas oleh Jebakan Tikus yang Dipasangnya Sendiri",