Bupati Tiwi Antar Boyongan PKL dari Alun-alun Purbalingga ke PFC, Pedagang Kini Bisa Jualan 24 Jam
"PKL mempunyai jasa besar. Karena adanya PKL perekonomian rakyat bergerak dan meningkatkan angka perekonomian di Purbalingga, "ujarnya
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: muslimah
Selain itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tengah membangun alun-alun.
"Kemarin alun-alun bagian utara telah selesai saat ini bagian selatan. Pembangunan termasuk trotoar-trotoarnya," tutur dia.
Adanya PFC, Menurut dia untuk menyambut bandara Jenderal besar Sudirman yang akan dipoperasionalkan pada tahun 2020.
"Jadi nanti pertunjukan hiburan tidak lagi di alun-alun melainkan di kawasan GOR Goentor Darjono," ujarnya.
Dikatakannya kawasan GOR juga akan dibangun area skate board agar bisa dijadikan tempat berkumpulnya anak muda.
Hal ini akan berdampak untuk kawasan PFC.
"Saya berharap ini bermanfaat untuk PKL. Para pedagang tidak lagi harus bongkar pasang tenda yang hanya bisa berjualan saat malam. Sekarang mereka bisa berjualan 24 jam, " kata Tiwi.
Ia menuturkan selama satu tahun para PKL yang menepati kawasa PFC akan dibebaskan dari retribusi.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk berikan bantuan-bantuan kepada PKL.
"Nanti ada bantuan gerobak, cool box untuk para PKL, " tutur dia.
Sementara ketua DPRD Purbalingga, Bambang Irawan yakin PFC menjadi ikon yang bagus untuk Purbalingga.
Selain itu kondisi PKL yang menempati PFC akan lebih baik daripada di alun-alun.
"Nanti kami akan support (dukung) walk maupun lampu penerangan jalan yang akan dilaksanakan tahun 2020," imbuhnya. (*)