Gempa Tektonik Guncang Blora, Bukti Sesar Pati yang Masih Aktif Perlu Diwaspadai
Melihat kedalaman hiposenter yang dangkal ini, tampak bahwa gempa dipicu aktivitas sesar aktif
TRIBUNBANYUMAS.COM - Pada Rabu (25/12/2019) pukul 16.11.58 WIB, warga Blora dan sekitarnya dikejutkan oleh guncangan gempa tektonik.
Gempa tersebut menyebabkan benda-benda yang digantung bergoyang.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini memiliki magnitudo M3,6.
Episenter terletak pada koordinat 6,87 LS dan 111,30 BT tepatnya di darat pada jarak 16 km arah baratlaut Blora, pada kedalaman 13 km.
Melihat kedalaman hiposenter yang dangkal ini, tampak bahwa gempa dipicu aktivitas sesar aktif.
Berdasarkan laporan masyarakat dan peta tingkat guncangan, gempa dirasakan di Blora, Grawan, Ngiri, Bulu, dan Japoh dalam skala intensitas II MMI (Modified Mercally Intensity).
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampaknya gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Pati (Pati Thrust).
Sesar Naik Pati merupakan sesar aktif yang patut diwaspadai.
Sesar Naik Pati memiliki magnitudo tertarget mencapai M 6,5 dengan laju pergeseran sesar sebesar 0,1 mm per tahun.
Sesar Pati adalah sesar dengan kelurusan yang panjang, berarah baratdaya-timurlaut.
Ciri morfologi lain yang mengindikasikan keberadaan sesar ini adalah sebuah pola kelurusan (lineament) dari selatan Semarang ke arah timurlaut melewati daerah Lasem dan menerus ke Laut Jawa. Sejak 18 Desember 2019 sudah terjadi 3 kali gempa di wilayah antara Pati, Lasem, dan Blora.
Gempa pertama memiliki magnitudo M2,9 pada 18 Desember 2019 pukul 12.19.31 WIB.
Gempa kedua terjadi dengan magnitudo M2.7 pada 18 Desember 2019 pukul 20.33.04 WIB.
Gempa ketiga terjadi pada 25 Desember 2019 dengan magnitudo M3,6 terjadi pada pukul 16.11.58 WIB.
Ketiga gempa ini semua lokasi episenternya tepat berada pada jalur Sesar Naik Pati.