Jumat, 24 April 2026

Liga 4

Agregat 0-2, Wijayakusuma FC Tersingkir di Kandang Sendiri

Wijayakusuma FC gagal lolos 8 besar Liga 4 Jateng usai ditahan imbang Persebi Boyolali 0-0. Kalah agregat 0-2, pelatih keluhkan wasit soal penalti.

ISTIMEWA
Gagal Lolos: Pemain Wijayakusuma FC (jersey gelap) berusaha menembus pertahanan rapat Persebi Boyolali dalam laga leg kedua 16 Besar Liga 4 Jateng di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Rabu (28/1/2026). Tuan rumah tersingkir dengan agregat 0-2. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP – Perjalanan Wijayakusuma FC di kompetisi Liga 4 Zona Jawa Tengah resmi berakhir.

Tim kebanggaan warga Cilacap ini gagal melaju ke babak 8 besar setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol (0-0) melawan Persebi Boyolali pada leg kedua babak 16 besar di Stadion Wijayakusuma, Rabu (28/1/2026).

Hasil kacamata ini tak cukup menyelamatkan Laskar Wijayakusuma.

Baca juga: Wijayakusuma FC Percaya Diri Hadapi Babak 16 Besar Liga 4 Jateng, Leg Pertama Tantang Persebi

Mereka tersingkir karena kalah agregat 0-2, menyusul kekalahan dua gol tanpa balas pada leg pertama di kandang Persebi.

Tampil di hadapan pendukung sendiri, Wijayakusuma FC sejatinya langsung tancap gas sejak peluit awal.

Misi mengejar defisit dua gol membuat anak asuh M. Yahya mengurung pertahanan lawan.

Namun, dewi fortuna seolah enggan mendekat. Peluang emas lewat tendangan keras Gilang Pace dari dalam kotak penalti hanya membentur mistar gawang.

Begitu pula tandukan striker Andi Odang yang masih melebar dari sasaran.

Parkir Bus dan Kontroversi Wasit

Pelatih Wijayakusuma FC, M. Yahya mengakui timnya menguasai permainan namun buntu di penyelesaian akhir (finishing).

Ia juga memuji strategi bertahan total alias "parkir bus" yang diterapkan tim tamu.

"Empat pemain bertahan mereka hampir tidak pernah naik sampai setengah lapangan.

Kami sudah mencoba lewat umpan lambung, kombinasi tengah, sampai tusukan dari sayap, tetapi semuanya belum berhasil," analisis Yahya.

Selain faktor teknis, Yahya tak bisa menutupi kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit.

Ada satu momen krusial di mana ia yakin timnya layak mendapat hadiah penalti, namun wasit bergeming.

"Menurut kami itu seharusnya penalti, tapi wasit justru memberikan kartu kepada pemain kami karena dianggap diving," keluhnya.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan skuadnya yang telah tampil ngotot hingga menit akhir.

Dengan hasil ini, Persebi Boyolali berhak melaju ke babak selanjutnya, sementara Wijayakusuma FC harus melakukan evaluasi menyeluruh untuk musim depan. (ray)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved