Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Pendidikan

Terjunkan Mahasiswanya ke Sekolah, SCU Semarang Bantu Penguatan Daya Saing Pendidikan Internasional

SCU Semarang menerjunkan 810 mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat. 20 di antaranya akan dikirim ke 4 sekolah membantu branding internasional.

Tayang:
Tribun Banyumas/Ariel Setiaputra
PELAPASAN MAHASISWA KKN - Prosesi pelepasan 810 mahasiswa SCU yang akan mengikuti program KKU, KKS, dan KKN di sejumlah lokasi di Kota Semarang, di Lapangan Albertus kampus Bendan SCU Semarang, Kamis (7/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • SCU Semarang menerjunkan 810 mahasiswanya melakukan program pengabdian masyarakat.
  • 20 mahasiswa akan diterjunkan ke sekolah guna membantu memperkuat membranding internasional sekolah tujuan.
  • Sisanya, akan terjun langsung ke masyarakat mendampingi UMKM dan kegiatan lain masyarakat.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sebanyak 20 mahasiswa Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang bakal diterjunkan ke sekolah lewat program pengabdian masyarakat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

Kampus sengaja mengusung tema 'Back To School' untuk program KKN semester genap Tahun Akademik 2025/2026 ini.

Program tersebut akan difokuskan membantu empat sekolah di Kota Semarang memperkuat branding internasional di tengah persaingan dunia pendidikan yang semakin global.

Rektor SCU Robertus Setiawan Aji Nugroho mengatakan, KKN tematik Back To School menjadi program perdana yang secara khusus menyasar lingkungan sekolah sebagai mitra pengabdian mahasiswa.

Sementara, program pengabdian masyarakat di semester genap ini diikuti 810 mahasiswa yang terdiri atas 629 peserta kegiatan Kuliah Kerja Usaha (KKU), 161 peserta Kuliah Kerja Sinergis (KKS), dan 20 peserta KKN Tematik Back To School.

Mereka berasal dari 26 program studi dari sejumlah fakultas di SCU.

Mahasiswa peserta KKN Back To School akan dikirim ke empat sekolah mitra yaitu, SMA Karangturi, SMA Sedes, SMA Theresiana, dan SMA Krista Mitra.

"Untuk KKU dan KKS, akan mendampingi UMKM maupun kegiatan kemasyarakatan."

"Sementara, untuk KKN tematik ini lebih khusus menangani isu tertentu."

"Tahun ini, pertama kali kami mengadakan KKN Tematik Back To School," ungkap Aji saat pelepasan mahasiswa pengabdian masyarakat di Lapangan Albertus Kampus Bendan SCU Semarang, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Gali Soft Skill Mahasiswa MM SCU Semarang, Begini Tips Psikolog Keluarkan Potensi Pemimpin

Menurut Aji, program KKN tematik Back To School lahir dari kebutuhan sekolah-sekolah yang ingin meningkatkan citra dan daya saing di era pendidikan global.

SCU kemudian memanfaatkan jejaring kerja sama dengan sejumlah sekolah di Semarang untuk mendukung pengembangan branding internasional.

"Sekarang, dunia semakin global. Sekolah maupun universitas harus mampu bersaing secara internasional dan menyiapkan peserta didiknya untuk bisa berkompetisi di tingkat global," katanya.

Rektor berusia 42 tahun ini menilai, sekolah-sekolah nasional juga harus mampu menunjukkan kualitas pendidikan yang tidak kalah dengan sekolah internasional.

"Sekolah nasional tidak boleh kalah. Harus kuat secara lokal dan nasional, tetapi juga mampu memberikan pengalaman pembelajaran yang mendukung kemampuan siswa untuk bersaing secara internasional," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan membantu sekolah dalam berbagai program pendampingan yang berkaitan dengan penguatan identitas, promosi, dan pengembangan kapasitas sekolah di era internasionalisasi pendidikan.

Implementasi Kampus Berdampak

Aji menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi konsep Kampus Berdampak yang saat ini didorong pemerintah.

"Harapannya, kampus sungguh bisa memberikan dampak langsung kepada masyarakat."

"Karena itu, pengabdian tidak hanya berhenti di lingkungan kampus, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata di masyarakat, termasuk di dunia pendidikan," tutur Aji.

Sementara itu, Ketua Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) SCU, Rudy Elyadi mengatakan, program KKU, KKS, dan KKN Tematik Back To School merupakan bagian dari keseluruhan program pengabdian mahasiswa semester genap yang berlangsung selama dua bulan, mulai 7 Mei hingga 3 Juli 2026.

Tema pengabdian semester untuk KKU dan KKS adalah ‘Adaptif Inovatif’, sedangkan KKN Tematik mengangkat tema ‘Internasional Branding’.

"Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh mahasiswa telah mengikuti pembekalan terkait etika komunikasi dengan mitra, sosialisasi pencegahan kekerasan seksual, teknik observasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat, hingga strategi pendampingan UMKM, PKK, dan sekolah," jelas Rudy.

Baca juga: Pembatasan Medsos Anak, Psikolog SCU: Perlu, tapi Penguatan Kontrol Diri Lebih Penting

Selain itu, kata dia, mahasiswa juga melakukan observasi langsung ke lokasi dampingan guna mengidentifikasi kebutuhan dan potensi mitra sebagai dasar penyusunan program kerja.

Untuk program KKU dan KKS, mahasiswa tersebar di wilayah Kandri, Kemijen, Mangunharjo, Tegalsari, Kebonharjo, Pongangan, Bendan Duwur, Sendangmulyo, PSE Bongsari, PSE Karangpanas, PSE Krapyak, PSE Sambiroto, Stasi Sampangan.

Secara keseluruhan, cakupan wilayah dan mitra dampingan tersebar di 11 kecamatan dan 30 kelurahan di Kota Semarang.

Kemudian, para mahasiswa yang terlibat dalam KKU, tersebar dalam pendampingan 104 UMKM dan di kelompok PKK di 5 RW dan 27 RT. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved