Rabu, 17 Juni 2026

Tumpeng 2 Meter Ludes Dirayah Warga Batuagung dalam Hitungan Detik

Warga Batuagung Tegal berebut tumpeng kuning 2 meter dan sayuran di makam Eyang Patra Manggalla, Selasa (16/6). Tradisi ini wujud syukur.

Tayang:
Tribun Banyumas/Desta Leila Kartika
BEREBUT TUMPENG - Warga Desa Batuagung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, saling berdesakan dan berebut tumpeng nasi kuning berukuran jumbo setinggi hampir dua meter pada perayaan Grebek Tumpeng Suro "Patra Manggalla", Selasa (16/6/2026). Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan sebagai wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan dan alam atas melimpahnya hasil bumi. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Batuagung, Balapulang, Tegal antusias mengikuti Grebek Tumpeng Suro Patra Manggalla, Selasa (16/6/2026). 
  • Puncak acara diwarnai tradisi ngerayah atau berebut tumpeng nasi kuning setinggi 2 meter serta hasil bumi raksasa di kompleks makam sesepuh desa. 
  • Warga seperti Saanah bahkan rela membawa wadah sendiri demi mendapat lauk-pauk. 
  • Kades Bambang Purnomo menyebut tradisi swadaya ini merupakan wujud rasa syukur atas hasil bumi.

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Warga Desa Batuagung, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, kembali melaksanakan tradisi Grebek Tumpeng Suro "Patra Manggalla". Acara komunal yang rutin terselenggara setiap tahun ini berlangsung meriah pada Selasa (16/6/2026).

Kegiatan sakral kemasyarakatan ini diawali dengan arak-arakan tumpeng nasi kuning berukuran jumbo yang menjulang tinggi, lengkap dengan aneka lauk pauk yang mengelilinginya.

Tak hanya menyajikan tumpeng nasi kuning, warga juga turut membuat arak-arakan hasil bumi berukuran besar. Gunungan tersebut berisi aneka sayuran segar hasil panen warga, seperti buncis, kacang panjang, tomat, cabai mengkreng merah, timun, terong ungu, hingga buah pisang.

Baca juga: Grebek Tumpeng Suro Patra Manggalla di Tegal: Tradisi Ngalap Berkah yang Ludes Sekejap

Rombongan warga yang memanggul tumpeng suro tersebut awalnya berhenti terlebih dulu di halaman Balai Desa Batuagung. Mereka disambut langsung oleh Kepala Desa beserta jajaran pejabat terkait yang hadir. Di lokasi pemerintahan desa tersebut, acara dilanjutkan dengan prosesi formal, termasuk pembacaan doa bersama.

Setelah prosesi penyambutan selesai, tumpeng suro kembali diarak dan dibawa menuju kompleks makam sesepuh Desa Batuagung, yakni Makam Eyang Patra Manggalla.

Setibanya di lokasi, tumpeng suro diletakkan di tempat yang sudah disediakan oleh panitia. Ratusan warga kemudian dengan sabar menunggu instruksi sampai mereka diperbolehkan untuk berebut tumpeng nasi kuning dan gunungan sayuran tersebut.

Antusiasme warga terpantau sangat luar biasa. Hal itu terlihat ketika warga belum lama diperbolehkan untuk mengambil atau ngerayah tumpeng suro, dalam sekejap gunungan raksasa tersebut langsung ludes tak tersisa.

Warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga orangtua, semuanya tumpah ruah berebut tumpeng suro yang memang sudah mereka nantikan sedari pagi.

Dalam hitungan detik, tumpeng nasi kuning beserta aneka lauk pauknya habis diburu massa. Begitu pula dengan gunungan aneka sayuran yang ludes tak bersisa diserbu warga. Setelah momen puncak berebut tumpeng suro usai, kegiatan dilanjutkan dengan acara pengajian yang menghadirkan penceramah dari wilayah Kabupaten Tegal.

Seorang warga setempat bernama Saanah, tampak begitu semangat ketika ikut berebut tumpeng nasi kuning, meskipun dirinya harus rela berdesak-desakan dan saling berebut dengan warga yang lain. Saanah bahkan sudah mempersiapkan diri dengan sedia wadah khusus dari rumah untuk menyimpan nasi kuning dan lauk yang berhasil ia kumpulkan.

Dengan semangat yang menggebu-gebu, Saanah langsung merangsak masuk ke barisan paling depan di dekat tumpeng nasi kuning, sehingga hal itu memudahkannya untuk mengambil porsi yang banyak.

Setelah sukses mendapat nasi kuning dalam jumlah yang cukup banyak, Saanah juga tak lupa mengambil lauk pauk sebagai pelengkap hidangan, seperti potongan ayam, tempe kering, kentang balado, dan rupa-rupa lauk lainnya.

Setelah berhasil mendapatkan apa yang diincarnya, Saanah lantas bergeser dan bergantian dengan warga yang lain, lalu kembali ke tempatnya semula untuk beristirahat. Penantiannya sejak pagi hari rupanya tidak sia-sia karena ia sukses membawa pulang tumpeng suro berkah tersebut.

"Ini sudah jadi agenda rutin dan ditunggu-tunggu warga. Ya sebagai wujud rasa syukur terhadap Allah Swt dan dengan berebut ini ngalap berkah. Nasi kuningnya langsung saya makan sambil mendengarkan ceramah," ujar Saanah, pada Tribunjateng.com.

Sementara itu, Kepala Desa Batuagung, Bambang Purnomo, menjelaskan bahwa Grebek Tumpeng Suro merupakan kegiatan rutin masyarakat setiap tahun yang di dalamnya juga mencakup tradisi sedekah bumi dan pengajian agama.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved