Senin, 18 Mei 2026

Bukan Intel TNI, Identitas Pria Kaus Darah Polisi di Pati Terbongkar

Pria berkaus Darah Polisi di demo Pati Rabu (13/5) klarifikasi. Didampingi Dandim dan Wakapolresta, ia tegaskan dirinya sipil, bukan intel.

Tayang:
IST
AKSI PROVOKATIF DEMONSTRAN - Seorang pria berbalaclava melakukan aksi provokatif dengan memakai kaus bertuliskan "Darah Polisi Itu Segar" serta melakukan vandalisme di jalan saat unjuk rasa AMPB di depan Mapolresta Pati, Rabu (13/5/2026). Sempat viral dicurigai sebagai Intel Kodim, pria tersebut akhirnya muncul dalam sebuah video klarifikasi dan menegaskan dirinya hanyalah warga sipil biasa bernama Muhammad Burhanuddin. 
Ringkasan Berita:
  • Pria berbalaclava dengan kaus "Darah Polisi Itu Segar" di demo Pati viral dituduh intel TNI.
  • Tuduhan muncul usai foto pria itu di depan Unit Intel Kodim 0718/Pati tersebar.
  • Dandim Pati menyebut pemuda bernama Burhanuddin itu awalnya diamankan agar tak anarkis.
  • Foto di kantor intel hanyalah dokumentasi pribadi untuk status WA yang disalahgunakan.
  • Wakapolresta pastikan sinergi TNI-Polri tetap terjaga dan tak terpengaruh adu domba.

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Belakangan beredar luas isu mengenai adanya penyusup dari kalangan intelijen TNI di tengah kerumunan aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Mapolresta Pati, Rabu (13/5/2026) lalu.

Mulanya, pada aksi unjuk rasa yang digelar dengan maksud mengkritik kinerja jajaran Polresta Pati tersebut, terpantau ada seorang pria berbadan gempal yang dengan sengaja mengenakan penutup wajah (balaclava) dan kaus hitam. Pada bagian punggung kaus tersebut terdapat sebuah tulisan bernada provokatif yang berbunyi: "Darah Polisi Itu Segar".

Selain mengenakan kaus bertulisan provokatif, pria tersebut rupanya juga membawa cat semprot warna putih dan nekat menuliskan kata-kata makian yang ditujukan kepada pihak kepolisian, tepat di aspal jalan maupun di area median jalan.

Baca juga: Diduga Intel Kodim yang Susupi Aksi Demo Pati, Pria Gempal Beri Klarifikasi: Masyarakat Sipil Biasa

Belakangan, marak beredar di sejumlah platform media sosial sebuah foto yang memperlihatkan pria tersebut tengah berfoto di depan sebuah tempat dengan latar belakang papan penanda bertuliskan "Unit Intel Kodim 0718/Pati".

Warganet pun sontak berspekulasi liar bahwa sosok "penyusup" berkaus provokatif tersebut merupakan seorang anggota intel dari kesatuan TNI.

Dalam video klarifikasi tersebut, pria yang pada akhirnya mengaku murni sebagai warga sipil bernama Muhammad Burhanuddin itu, tampak berdiri didampingi secara langsung oleh Dandim Pati Letkol Arm Timotius Yogi dan Plt Wakapolresta Pati Kompol Anwar.

Video tersebut antara lain turut diunggah oleh pengguna akun Facebook bernama "Eko Kuswanto (mbahto)".

Burhanuddin secara terbuka mengklarifikasi tuduhan yang menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang penyusup dari jajaran anggota intelijen saat pecahnya aksi demonstrasi di Kabupaten Pati.

Ia menyatakan bahwa dirinya sama sekali bukan bagian dari instansi aparat keamanan mana pun, melainkan hanya berstatus sebagai masyarakat sipil biasa.

Foto dirinya di area kantor intelijen tersebut diakuinya murni sebagai dokumentasi pribadi yang sayangnya disalahgunakan oleh pihak lain yang tak bertanggung jawab.

"Saya tidak ada maksud dan tujuan menyebarkan foto tersebut, melainkan story WA saya diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan mengadu domba institusi kepolisian dan TNI di Pati," ujar Burhanuddin dalam pernyataannya.

Ia juga menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam aksi demonstrasi pada 13 Mei 2026 di depan gedung Mapolresta Pati tersebut murni atas inisiatifnya sendiri, tanpa ada arahan, intervensi, atau paksaan dari pihak mana pun.

Dia menjelaskan bahwa pemuda bernama Burhanuddin itu awalnya sempat diamankan oleh pihak intel karena kedapatan melakukan aksi vandalisme di jalanan saat demo tengah berlangsung.

Petugas kemudian segera membawa Burhanuddin ke unit intel untuk diajak berkomunikasi secara persuasif, demi menjaga kondusivitas jalannya aksi.

Burhanuddin lalu sempat meminta izin kepada petugas untuk berfoto di kantor unit intel Kodim sebagai kenang-kenangan.

Foto itulah yang kemudian ia jadikan unggahan status WhatsApp, lalu dicuri dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab hingga akhirnya menjadi viral di berbagai penjuru media sosial.

"Kami bersama Polresta menjamin bahwa keamanan dan kondusifitas di Kabupaten Pati bisa berjalan dengan lancar," tegas dia menenangkan publik.

Senada dengan Dandim, pihak kepolisian yang dalam hal ini diwakili oleh Plt. Wakapolresta Pati, Kompol Anwar, turut memberikan pernyataan resminya.

Kompol Anwar menyampaikan bahwa pihak Kepolisian Resor Kota Pati telah melakukan konfirmasi menyeluruh dan menerima laporan kronologis yang lengkap terkait dengan insiden penyebaran foto tersebut.

"Kami pun juga kemarin sudah konfirmasi dengan sebaik-baiknya, bahwa Mas Burhanuddin ini adalah bukan anggota Kodim dan bukan anggota Intel. Beliau adalah masyarakat biasa," kata Kompol Anwar menggarisbawahi.

Di akhir penjelasannya, Kompol Anwar memastikan bahwa insiden kesalahpahaman ini sama sekali tidak memengaruhi keharmonisan hubungan kerja sama kepolisian dan militer di wilayah tersebut, serta menegaskan kembali bahwa sinergitas TNI-Polri di Kabupaten Pati akan tetap solid dan tak tergoyahkan. (mzk)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved