Motor Hangus di SPBU Semarang, Pertamina Bantah Tolak Pinjami APAR
Jagat maya digegerkan oleh video viral seorang pria yang menuding petugas SPBU Sriwijaya Semarang enggan meminjamkan APAR saat motornya terbakar
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Viral video pengendara kecewa motornya ludes terbakar di SPBU Sriwijaya Semarang, Sabtu (4/4/2026).
- Korban menuding petugas enggan meminjamkan APAR dengan dalih harga alatnya mahal.
- Merespons hal itu, Pertamina membantah keras tudingan melalui bukti rekaman CCTV.
- Sesuai SOP keselamatan, petugas wajib mengamankan dispenser BBM sebelum berlari mengambil APAR.
- Pertamina menegaskan penggunaan APAR untuk kondisi darurat 100 persen gratis.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Insiden kebakaran sepeda motor di area SPBU Sriwijaya, Kota Semarang, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Sebuah video berdurasi 27 detik memperlihatkan keputusasaan seorang pria yang harus memadamkan kobaran api di motornya hanya bermodalkan selembar kain basah, Sabtu (4/4/2026).
Video tersebut memantik simpati publik lantaran sang pemilik motor membubuhkan narasi kekecewaan yang mendalam.
Baca juga: Korban Kebakaran Rita Pasaraya Cilacap Cahyanto Ngaku Diabaikan, Siap Gugat
Ia menuding pihak SPBU bersikap acuh tak acuh dan menolak meminjamkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada saat genting tersebut.
Keluhan Pilu Korban
Dalam curahan hatinya di media sosial, korban menduga motornya mengalami korsleting kelistrikan usai mengisi bensin. Ia mengaku langsung berlari meminta tolong kepada petugas pom bensin agar meminjamkan APAR.
"Tetapi pihak pom tidak boleh dengan alasan mahal alias dipersulit. Padahal APAR itu gak seberapa harganya, lebih baik kehilangan 1-2 juta daripada harus hilang 14 juta," keluh korban dalam narasinya.
Karena tidak mendapat bantuan, korban terpaksa berjibaku sendirian menjinakkan api. Ia menyayangkan petugas yang justru menyuruhnya menjauhkan motor dari area SPBU tanpa ikut membantu memadamkan, hingga akhirnya motor tersebut ludes menyisakan kerangka.
"Setelah tinggal rangka dan hangus baru APAR dipake. Kok enggak dari tadi, nurani aja," ungkapnya pilu. Korban juga menyebut aparat kepolisian yang tiba di lokasi menyarankannya untuk membuat laporan resmi terkait sikap pihak SPBU.
Klarifikasi Bukti CCTV Pertamina
Merespons polemik yang kadung viral ini, Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, angkat bicara. Melalui tinjauan kamera pengawas (CCTV), pihaknya membeberkan urutan kejadian yang sebenarnya.
Menurut Taufiq, motor tersebut awalnya datang ke SPBU dalam kondisi mesin mati dan dituntun oleh pemiliknya menuju area pengisian Pertamax. Seusai bertransaksi, motor kembali dituntun menuju pintu keluar.
“Di titik keluar inilah masalah muncul. Motor tidak kunjung menyala, lalu kedua orang tersebut terlihat mengutak-atik kendaraan. Dari CCTV terlihat ada percikan api dari mesin saat diutak-atik,” jelas Taufiq, Sabtu (4/4/2026).
Taufiq membeberkan, saat insiden terjadi, pandangan operator yang berjaga terhalang oleh mobil pelanggan lain. Ketika mendengar teriakan minta tolong, petugas tidak serta-merta mengabaikan korban.
Petugas tersebut harus menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan yang ketat. Ia wajib menghentikan aliran BBM dan mengamankan dispenser pengisian terlebih dahulu guna mencegah bencana ledakan yang jauh lebih mematikan, sebelum akhirnya berlari mengambil APAR.
APAR Darurat Tidak Dipungut Biaya
Lebih jauh, Taufiq menepis keras tudingan yang menyebut petugas menahan APAR karena alasan biaya. Ia memastikan, Pertamina menempatkan asas kemanusiaan di atas segalanya dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami tidak pernah meminta ganti rugi kepada konsumen atas penggunaan fasilitas seperti APAR dalam kondisi darurat. Itu bagian dari respons kemanusiaan,” tegasnya menepis isu pelit fasilitas.
Atas musibah ini, Pertamina turut prihatin sekaligus mengimbau masyarakat luas untuk selalu mengecek kelaikan sistem kelistrikan kendaraannya. Pasalnya, insiden kebakaran di area pengisian BBM kerap kali dipicu oleh korsleting mesin, bukan semata karena faktor bahan bakar.
| Tiga Proyek Besar Jawa Tengah yang Didorong Ahmad Luthfi |
|
|---|
| Truk Tabrak Halte BRT di Tugu Semarang, Kernet Tewas akibat Luka di Perut |
|
|---|
| Korban Chat Mesum Dosen UIN Walisongo Semarang Diduga Lebih Dari Satu, Pelaku Terancam Dipecat |
|
|---|
| Rumah Bedeng di Samping Lapas Dr Cipto Semarang Ludes Terbakar, Pemadaman Pakai Apar Tak Berhasil |
|
|---|
| Driver Ojol di Semarang Diduga Jadi Korban Pelecehan Penumpang WNA, Pilih Tak Lapor Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260404-motor-hangus-spbu-semarang.jpg)