Banyumas
Jalur Tikus Ini Jadi Solusi Saat Jalan Utama Cikakak Banyumas Putus Longsor
Jalan utama Cikakak putus total akibat longsor yang menyeret mobil Avanza. Warga dan anak sekolah kini harus memutar lewat jalur tikus sejauh 3 Km.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Longsor memutus jalur utama Sabawengi di Desa Cikakak, Wangon, pada Jumat malam (2/1/2026).
- Satu unit mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Raslim ikut terperosok ke dalam longsoran, namun pengemudi selamat.
- Sekitar 1.200 warga terdampak karena jalan penghubung antargrumbul lumpuh total.
- Akses pendidikan menuju PAUD, SD, dan SMPN 3 Wangon terganggu parah akibat jalan putus.
- Warga kini mengandalkan jalur tikus via Kecamatan Lumbir dengan jarak tempuh bertambah 3 kilometer.
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Akses utama warga Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, mendadak lumpuh total.
Jumat malam (2/1/2026) menjadi momen kelabu ketika tanah di jalur Sabawengi amblas, memutus urat nadi transportasi warga setempat.
Longsor yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB di Grumbul Gandarusa ini memaksa warga memutar otak untuk beraktivitas.
Baca juga: 3 Fakta Longsor Cikakak Banyumas, Avanza Terperosok hingga Jalan Putus
Pasalnya, jalan penghubung menuju Grumbul Planjan itu kini lenyap dan tak bisa dilalui kendaraan sama sekali.
Mobil Terperosok
Peristiwa ini tak hanya menyisakan jalan yang putus, tapi juga cerita menegangkan bagi Raslim.
Mobil Toyota Avanza bernomor polisi R 1445 HP yang dikemudikannya ikut terseret dan terperosok ke dalam material longsoran yang labil.
Meski mobilnya terjebak, nasib baik masih berpihak pada Raslim.
Pantauan di lapangan dan konfirmasi dari pemerintah desa memastikan ia selamat.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Pengemudi selamat, hanya mengalami memar," kata Kepala Desa Cikakak, Akim, kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (3/1/2026).
Jalur Alternatif
Putusnya jalan utama ini membuat pusing sekitar 1.200 warga.
Apalagi, jalur Sabawengi adalah akses vital bagi anak-anak sekolah, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP Negeri 3 Wangon.
"Jalan ini juga menjadi akses ke sekolah, mulai dari PAUD, SD, sampai SMPN 3 Wangon. Saat ini tidak bisa dilewati sama sekali," jelas Akim.
Mau tidak mau, 'jalur tikus' atau jalan alternatif menjadi satu-satunya solusi sementara agar roda kehidupan tetap berputar.
Warga harus rela menempuh rute yang jauh lebih panjang, melipir lewat Grumbul Beji, masuk ke Desa Curahancetak (Kecamatan Lumbir), hingga tembus ke Desa Cirahab.
Konsekuensinya, waktu tempuh dan jarak jadi bertambah signifikan hanya untuk sampai ke tujuan yang biasanya dekat.
"Kalau lewat jalur alternatif, warga harus memutar dan jaraknya bertambah kurang lebih tiga kilometer," tambah Akim.
Saat ini, situasi di lokasi terpantau kondusif, namun penanganan cepat sangat dinantikan agar warga tak perlu terus-terusan memutar jauh.
| Aklamasi di Kafe Koprok, Jurnalis Tribun Pimpin AJI Purwokerto |
|
|---|
| Jangan Cuma Jadi Pajangan Dinding, Sadewo Pesan Ini di Hari Pancasila |
|
|---|
| Kick Off Pagi dan Bayar Lisensi, Hotel di Banyumas Ragu Nobar Pildun |
|
|---|
| Alat Kristalisator 35 Juta UGM Padukan Feeling Petani Gula Cilongok |
|
|---|
| Panjat 21 Pohon Sehari, Petani Nira Cilongok Jajal Evaporator UGM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260103-Longsor-Cikakak-Banyumas-1.jpg)