Berita Nasional
Markas Judi Online Internasional di Hayam Wuruk Digerebek, 321 WNA Ditangkap
Bareskrim Polri gerebek markas judi online internasional di Hayam Wuruk, Jakarta Barat. 321 WNA diamankan, uang miliaran rupiah disita.
Ringkasan Berita:
- Dittipidum Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya, menggerebek sebuah gedung di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, yang diduga menjadi markas jaringan judi online internasional, Sabtu (9/5/2026)
- Polisi menangkap 321 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam operasional judi online lintas negara.
- Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra mengatakan, gedung tersebut telah digunakan sebagai pusat operasional judi online selama sekitar dua bulan terakhir.
TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA – Tim gabungan Dittipidum Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya membongkar markas besar jaringan judi online internasional yang beroperasi di sebuah gedung di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).
Dalam operasi senyap tersebut, polisi mengamankan 321 warga negara asing (WNA) dan menyita barang bukti uang tunai senilai miliaran rupiah.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa gedung dua lantai tersebut telah disulap menjadi pusat operasional judi online selama dua bulan terakhir.
Dari 321 WNA yang diamankan, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka karena tertangkap tangan sedang mengoperasikan situs perjudian.
Modus Operansi: Kantor Modern dan 75 Domain Situs
Suasana di dalam markas menyerupai co-working space modern yang dilengkapi dekorasi motivasi seperti "Ora et Labora". Namun, di balik tampilan kantor profesional tersebut, polisi menemukan 75 domain dan situs judi online aktif yang dikelola secara masif.
Baca juga: Dugaan Dosen Cabuli Mahasiswi Viral, PMII UIN Walisongo Desak Rektorat Pecat Pelaku
"Para pelaku ditangkap saat sedang menjalankan operasional. Mereka menggunakan kombinasi karakter tertentu pada domain situs guna menghindari pemblokiran oleh otoritas terkait," jelas Brigjen Pol Wira Satya di lokasi penggerebekan.
Polisi juga menyita aset dalam berbagai mata uang, antara lain:
- Uang tunai Rupiah sekitar Rp1,9 miliar.
- 53.820.000 Dong Vietnam.
- 10.210 Dollar Amerika Serikat.
- Ratusan laptop, PC komputer, ponsel, serta paspor para pekerja.
Eksodus Jaringan Kejahatan dari Indochina ke Indonesia
Mayoritas WNA yang ditangkap berasal dari Vietnam (228 orang), disusul China, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Pol Untung Widyatmoko, menyebut fenomena ini sebagai pergeseran pola operasi kejahatan siber lintas negara.
"Setelah basis operasional di Kamboja, Myanmar, dan negara Indochina ditertibkan secara gencar, terjadi pergeseran ke Indonesia. Ini sudah kami antisipasi dan prediksi sebelumnya," ungkap Untung.
Baca juga: Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Tahrul, Korban Kecelakaan Maut Bus ALS asal Tegal
Ia menambahkan, sebagian besar WNA tersebut masuk menggunakan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) dan telah berstatus overstayer. "Mereka datang secara sukarela dan sudah tahu bahwa tujuannya ke sini untuk bekerja di operasional judi online internasional," tambahnya.
Satgas Khusus dan Penindakan Lintas Wilayah
Penggerebekan di Hayam Wuruk ini menambah daftar panjang penindakan kejahatan siber lintas negara yang sebelumnya juga dilakukan di Batam, Surabaya, Denpasar, hingga Yogyakarta.
Menyikapi ancaman tindak pidana transnasional yang semakin nyata, Polri bersama Kementerian Luar Negeri tengah mengonsolidasikan pembentukan satuan tugas khusus (task force). Langkah ini diambil karena ancaman judi online kini tidak hanya menyasar masyarakat domestik, tetapi juga menjadi isu keamanan internasional.
Saat ini, ratusan tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Metro Jaya, sementara pihak Imigrasi dilibatkan untuk memproses pelanggaran berat keimigrasian para pelaku.(Shela/Baharudin/Hanifah/Hasanuddin/KPS/tribunnews)
| Harga Emas Hari Ini, Minggu 10 Mei 2026 |
|
|---|
| Wajib Menang Lawan Persita Tangerang, Persijap Jepara Masih Berpotensi Tergelincir ke Zona Degradasi |
|
|---|
| Dugaan Dosen Cabuli Mahasiswi Viral, PMII UIN Walisongo Desak Rektorat Pecat Pelaku |
|
|---|
| Restorasi Besar-besaran, Museum Kartini Jepara Bakal Disulap Jadi 'Digital Twin' dan Studi Perempuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260510-judol-dikukut.jpg)