Minggu, 3 Mei 2026

Berita Nasional

Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor hingga Guru Besar di Istana, Pertemuan Berlangsung Tertutup, Ada Apa?

Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 rektor dan guru besar se-Indonesia ke Istana, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026).

Tayang:
Editor: Rustam Aji
TRIBUNNEWS
PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 rektor dan guru besar se-Indonesia ke Istana, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Kamis (15/1/2026) ini, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 rektor dan guru besar se-Indonesia ke Istana, Jakarta.
  • Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) Stella Christie mengatakan, ini merupakan momen bersejarah.
  • Stella menyebut, para kaum akademisi senang karena mendapat kesempatan berdialog khusus dengan Presiden.

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan 1.200 rektor dan guru besar se-Indonesia ke Istana, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026).

Ada apa Presiden Prabowo mengundang rektor dan guru besar?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Prabowo ingin berdiskusi dan menyampaikan pandangannya kepada para akademisi di bidang sosial humaniora tersebut.

Menurut Prasetyo, dalam satu minggu ini, kegiatan Prabowo selalu bersinggungan dengan pendidikan. 

"Update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan. Oleh karena itulah Bapak Presiden melakukan banyak komunikasi dengan berbagai pihak, dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta," kata Prasetyo di Istana, Kamis. 

Prasetyo menegaskan, pertemuan ini merupakan bukti bahwa negara menjadikan pendidikan sebagai fondasi dan faktor kunci. 

"Jadi, selain kita mengejar dan bekerja keras mencapai swasembada pangan, swasembada energi, maka salah satu fondasi utamanya adalah sumber daya manusia, mengawakkan baik sekarang maupun ke depan menuju Indonesia Emas 2045. Jadi, ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Bapak Presiden di bidang pendidikan," tutur dia.

Baca juga: Pilu, Keluarga Pasien Jantung Pekuncen Banyumas Sempat Dikira Begal saat Cari Bantuan Mobil ke RS

Selain itu, kata Prasetyo, Prabowo juga akan membahas bagaimana percepatan pemenuhan kebutuhan dokter.

Dia menyebut, Indonesia kekurangan sekitar 100.000 dokter. 

"Kemudian juga kualitas lembaga-lembaga pendidikan kita, universitas-universitas kita, baik dosennya, sarana prasarananya, termasuk kita sedang menghitung dan berpikir bagaimana bisa mengurangi beban operasional di setiap perguruan-perguruan tinggi negeri kita," papar Prasetyo.

"Karena kita menyadari bahwa sesungguhnya amanat konstitusi kita harus mencerdaskan kehidupan bangsa dan salah satunya ya melalui pendidikan di tingkat universitas. Sehingga kalau memungkinkan kita sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat atau bagi mahasiswa," sambung dia.

Meski demikian, agenda diskusi antara Prabowo dan para rektor hari ini akan berlangsung tertutup. "Keseluruhan sementara tertutup," imbuh Prasetyo.

Momen Bersejarah

Sementara itu, Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti Saintek) Stella Christie mengatakan, ini merupakan momen bersejarah. Stella menyebut, para kaum akademisi senang karena mendapat kesempatan berdialog khusus dengan Presiden.

"Ini adalah suatu yang sangat bersejarah. Ini kedua kalinya Bapak Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan rektor-rektor, guru besar, dan juga dekan. Yang pertama sudah terjadi tahun lalu, dan sepanjang pengetahuan saya, sepanjang sejarah ini, tidak pernah seorang Presiden mengumpulkan para akademisi dari universitas," ujar Stella, di Istana, Kamis. 

Baca juga: Syafiq Ali Diduga Alami Hipotermia, Saat Ditemukan Kondisi Badan Telungkup dan Tangan Mendekap Betis

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved