Berita Otomotif
Sering Diabaikan, Suara Gredek Motor Matic Bisa Jadi dari CVT Jarang Servis
terdapat satu komponen penting yang sering luput dari perhatian pemilik kendaraan, yakni CVT
Penulis: budi susanto | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Popularitas sepeda motor matik di Indonesia terus meningkat karena kemudahan dan kenyamanannya saat digunakan sehari-hari.
Namun di balik kepraktisan tersebut, terdapat satu komponen penting yang sering luput dari perhatian pemilik kendaraan, yakni sistem Continuously Variable Transmission (CVT).
Padahal, CVT memiliki peran vital dalam menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Kondisi komponen ini sangat menentukan kenyamanan berkendara, mulai dari akselerasi, respons tarikan gas, hingga efisiensi bahan bakar.
Instruktur Training Astra Motor Jateng, Fachrul Reza, mengatakan masih banyak pengguna motor matik yang baru memeriksakan CVT ketika muncul tanda-tanda gangguan seperti getaran saat motor mulai berjalan, suara tidak normal dari area transmisi, atau performa yang terasa menurun.
Menurutnya, gejala tersebut umumnya muncul akibat kotoran yang menumpuk di dalam ruang CVT serta komponen yang mulai mengalami keausan karena pemakaian.
"CVT bekerja setiap kali motor digunakan. Karena itu, kondisinya perlu diperhatikan secara berkala. Jika dibiarkan kotor dalam waktu lama, performa kendaraan bisa menurun dan kenyamanan berkendara ikut terganggu," ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, di dalam sistem CVT terdapat sejumlah komponen yang saling bekerja sama, seperti V-belt, roller, pulley, dan kampas kopling ganda.
Baca juga: Sepinya Wisata Guci Usai Banjir Bandang, Banyak Karyawan Diputus Kerja
Selama motor digunakan, komponen-komponen tersebut akan menghasilkan gesekan yang memunculkan debu halus. Debu tersebut kemudian bercampur dengan kotoran dari luar dan mengendap di dalam rumah CVT.
Apabila tidak dibersihkan secara berkala, endapan kotoran dapat menghambat kinerja roller dan pulley sehingga menyebabkan munculnya getaran atau fenomena yang sering dikenal pengendara sebagai "gredek". Kondisi ini biasanya terasa saat motor mulai berakselerasi dari posisi diam.
Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, CVT yang kurang terawat juga membuat tarikan motor terasa lebih berat dan respons gas menjadi kurang optimal.
Fachrul menuturkan, salah satu kesalahan yang kerap dilakukan pemilik motor adalah menunda pemeriksaan karena merasa kendaraan masih dapat digunakan secara normal.
Padahal, kerusakan pada CVT umumnya berkembang secara bertahap dan tidak langsung menunjukkan gejala yang mencolok.
Jika kondisi tersebut terus diabaikan, risiko kerusakan yang lebih serius dapat terjadi, terutama pada V-belt yang berfungsi sebagai penghubung tenaga dalam sistem transmisi otomatis.
Ketika V-belt mengalami keausan berlebihan dan putus saat kendaraan digunakan, tenaga mesin tidak lagi tersalurkan ke roda sehingga motor tidak dapat melaju.
Dalam beberapa kasus, serpihan V-belt yang rusak juga berpotensi merusak komponen lain di dalam ruang CVT sehingga biaya perbaikannya menjadi lebih besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/servis-CVT-Honda.jpg)