Pendidikan
Sosok Gana Stegmann, Alumni Unnes Pengajar di Jerman yang Aktif Menulis Buku
Dalam sebagian bukunya, dia menceritakan kehidupan di negara orang yakni di Jerman dan Hungaria.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kanjeng Raden Ayu Gaganawati Dyah Panca Harsanti Stegmann SPd, MPd atau akrab disapa Gana Stegmann menulis buku yang tidak biasa.
Dalam sebagian bukunya, dia menceritakan kehidupan di negara orang yakni di Jerman dan Hungaria.
Lulusan Magister Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini menceritakan pengalamannya hidupnya di Jerman dan aktif menulis buku dalam kegiatan 'Alumni Sharing Knowledge' di Gedung B8, Kampus FBS Unnes, Sekaran, Gunungpati, Selasa (21/5/2024).
Baca juga: Total Hadiah Rp 450 Juta, Yuk Ikut Sayembara Penulisan Buku Keagamaan Kemenag, Cek Ketentuannya!
"Alumni Sharing Knowledge menghadirkan alumni untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait masa pendidikannya maupun ketika telah terjun di dunia kerja kepada para mahasiswa," kata Dosen dan Koordinator Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, FBS, Unnes, Dr Sri Wahyuni, MPd.
Acara ini juga memberikan motivasi bagaimana mahasiswa dapat berkarya sesuai dengan potensi, minat, dan bakatnya, serta tetap dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
Bagi mahasiswa, dengan mengikuti kegiatan Alumni Sharing Knowledge ini diharapkan memperoleh insights lebih tentang bagaimana menemukan gagasan melalui pengalaman sendiri maupun orang lain, lalu menuliskannya dalam bentuk cerita, dan mempublikasikannya.
Hal ini akan memberikan banyak manfaat untuk diri sendiri dan juga untuk program studi.
Baca juga: Punya 3000 Koleksi Buku, Titik Baca Kebumen Bisa Diakses Radius 300 Meter
Menulis 50 Buku
Gana Stegmann telah menulis lebih dari 50 buku, berikut 11 di antara buku yang telah ditulis:
- International Love Story I
- International Love Story II
- International Love Story III
- 38 Wanita Indonesia Bisa
- Bertahan di Ujung Pointe
- I‘m Happy to be 40
- Exploring Germany
- Exploring Hungary
- Unbelievable Germany
- Festival Hongaria yang Perlu Diketahui
- Banyak Cara Menuju Jerman
"Menulis buku juga banyak manfaatnya, memori tidak hilang, bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain, menginspirasi orang lain," ucap Gana.
Selain itu, lanjutnya, menulis buku juga mendatangkan sejumlah keuntungan, antara lain mendapatkan royalti, dapat penghargaan, diundang sebagai narasumber.
Namun, menurutnya, yang paling penting yakni menulis buku dapat mengembangkan diri atau karakter.
Pengajar di Gemeinschaftsschule Aldingen, Baden-Wurttemberg, Jerman ini juga mengungkapkan tips cara menulis buku terutama terkait pengalaman perjalanan.
"Baca-baca dulu, cari info, lalu jalan-jalan, observasi ke lapangan.
Kemudian, catat di notes perjalanan saat itu juga, nanti lupa.
Jepret banyak foto di HP dan kamera, kalau perlu video.
Tulis secara lengkap di waktu senggang," bebernya.
Jika gagal, kata dia, bisa dicoba lagi sampai berhasil dan jangan menyerah.
Jika ditolak penerbit besar, bisa dicoba di penerbit yang indie atau minor. (*)
Baca juga: Daftar Prodi Unnes dengan Rincian Kuotanya, Prodi Hukum Paling Banyak
| Bukan Lagi Jago Kandang, FISIP Undip Jadi Magnet Mahasiswa dari 11 Negara Lewat Program DEEP |
|
|---|
| XLSMART Ajak Pelajar Jepara Naik Level Literasi Digital lewat Content Creator Academy |
|
|---|
| Ketika Limbah Tahu Disulap Jadi Berkah: Kisah Tahuponik UMP dan Perempuan Desa Kalisari |
|
|---|
| Mahasiswa LPM Obsesi UIN Saizu Purwokerto Antusias Ikuti Kegiatan Jurnalistik |
|
|---|
| PKKMB Politeknik Madyathika Purbalingga, Dibekali Kewirausahaan dan Kepemimpinan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/alumni-unnes-penulis-buku-gana-stegmann.jpg)