Rabu, 17 Juni 2026

Berita Jateng

ASN Wonosobo Didorong Naik Angkot Buntut Harga BBM Naik

pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran sebagai upaya mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak

Tayang:
Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Dok Diskominfo Wonosobo
APEL ASN - Pemkab Wonosobo menyerahkan SK PPPK Paruh Waktu kepada 1.917 tenaga honorer di Alun-alun Wonosobo, Senin (1/12/2025). Selama Ramadan 2026, jam kerja ASN di Pemkab Wonosobo mengalami penyesuaian yang berimbas pada pelayanan publik. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Kenaikan harga Pertamax mulai dirasakan dampaknya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. 


Sejumlah langkah efisiensi pun mulai diterapkan, mulai dari pembatasan perjalanan dinas hingga dorongan penggunaan angkutan umum bagi aparatur sipil negara (ASN).


Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, mengatakan pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran sebagai upaya mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tersebut.


"Ya sekarang sudah saya berikan edaran dengan WFH itu ya kan, ini kan memang kami berharap kawan-kawan melakukan efisiensi," kata Andang, Senin (15/6/2026)


Menurutnya, efisiensi dilakukan pada berbagai sektor, salah satunya perjalanan dinas. Ia meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) lebih selektif dalam mengirimkan pegawai untuk menghadiri kegiatan di luar daerah.


Perjalanan dinas, menurut Andang dilakukan oleh pejabat yang memang memiliki kewenangan atau keterkaitan langsung dengan kegiatan yang diikuti.


"Misalnya ada kegiatan yang cukup dihadiri oleh kasi, ya sudah biar kasi saja yang berangkat. Ada kegiatan yang harus kepala dinas, ya cukup kepala dinas," ujarnya.


Selain pembatasan perjalanan dinas, Pemkab Wonosobo juga mulai mendorong ASN untuk memanfaatkan angkutan umum.


Andang mengakui kebijakan tersebut tidak mudah diterapkan karena jaringan transportasi umum di sejumlah wilayah Wonosobo belum sepenuhnya memadai.


Ia mencontohkan, beberapa ASN yang tinggal di daerah pinggiran mengaku kesulitan jika harus menggunakan angkutan umum karena trayek yang terbatas.


"Masalahnya Wonosobo ini kan angkutan umum sudah jarang juga," katanya.


Meski demikian, ia berharap langkah tersebut dapat menjadi upaya bersama untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor transportasi.


"Kita mencoba sama-sama menghidupkan ekonomi, menggunakan peran masing-masing," ujarnya.


Di sisi lain, Andang mengakui kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong masyarakat beralih menggunakan Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi.


Namun demikian, ia memastikan stok Pertalite di Kabupaten Wonosobo masih dalam kondisi aman.


"Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina tentang stok Pertalite. Pertamina masih menjamin aman," katanya.


Ia menjelaskan, penggunaan Pertalite maupun Biosolar tetap akan diatur melalui sistem barcode sehingga distribusi BBM bersubsidi dapat lebih tepat sasaran.


Andang juga mengingatkan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik agar tidak memanfaatkan BBM subsidi.


"Kalau Allah sudah memberikan rezeki kepada kita, kita tidak termasuk golongan miskin, ya jangan menggunakan Pertalite," tandasnya. (Imah Masitoh)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved