Berita Jateng
Kantor PPP Wonosobo Disegel Buntut Kisruh SK Kepengurusan, DPW Minta Buka
ia telah meminta kepada ketua DPC Wonosobo yang baru agar segera membuka segel tersebut
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah merespon soal aksi penyegelan kantor Dewan Pengurus Cabang (DPC) PPP Wonosobo.
Penyegelan tersebut dilakukan pada Senin (15/6/2026), dengan melakukan pemasangan baliho berlatar warna hijau bertuliskan "Kantor DPC PPP Wonosobo Ini Ditutup Sampai Selesai Pemilu 2029" dan pengembokan pintu gerbang kantor.
Aksi ini sebagai bentuk protes anggota PPP yang tidak terima atas hasil Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPC Wonosobo periode 2026-2031.
Dalam SK tersebut, ketua lama, KH Khairullah Al Mutjaba (Gus Itab) lengser dari kursi ketua DPC. Ia digantikan oleh ketua baru Muhammad Farid.
Penunjukan Muhammad Farid karena menurut DPW, Gus Itab telah gagal memimpin PPP terutama pada pertarungan pemilu 2024.
"Iya Gus Itab kami evaluasi, ia gagal memimpin PPP di Wonosobo," ujar Ketua DPW PPP
Suyono kepada Tribun, Selasa (16/6/2026).
Suyono menyebut, pihaknya telah melakukan evaluasi kepada para pengurus DPC di seluruh Jawa Tengah, termasuk Wonosobo.
Hasil penilaian evaluasi partai, Gus Itab gagal memimpin partai dengan beberapa indikator seperti jatah kursi PPp di Wonosobo turun satu kursi.
Kedua, suara partai anjlok. Ketiga, di lingkungan tempat tinggal Gus Itab sebagai ketua partai, justru suara PPP kalah.
"Kalau satu periode gagal, saya tidak mau mengulangi kegagalan itu," ungkapnya.
Dampak dari pergantian ketua partai tersebut, sejumlah kelompok yang diyakini Suyono sebagai orang suruhan dari Gus Itab melakukan penyegelan. "Iya itu hanya suruhan Gus Itab, dia tidak berani muncul sendiri," paparnya.
Merespon tindakan itu, ia telah meminta kepada ketua DPC Wonosobo yang baru agar segera membuka segel tersebut. Menurutnya, kantor itu bukan milik pribadi melainkan milik partai PPP.
"Saya sudah meminta kepada Farid (ketua DPC Wonosobo baru) untuk membuka kantor itu kembali, itu kantor PPP yang punya SK (ketua) berhak membukanya," terangnya.
Dari konflik ini, Suyono yang juga merupakan wakil Bupati Batang ini menyayangkan atas tindakan penyegelan tersebut.
Sebab, ia mengungkap, evaluasi merupakan hal yang wajar di sebuah partai, terutama bagi PPP yang tengah serius menghadapi Pemilu 2029.
Evaluasi tersebut juga tidak mengubah struktur partai hanya ketuanya saja yang diganti. "Dievaluasi dia justru tidak sadar dan ngotot maka saya akan lawan," ungkapnya.
Suyono mengatakan, evaluasi serupa bakal menyasar ketua DPC PPP lainnya di Jateng. Namun, ia enggan menyebutkan detail ketua DPC mana saja yang akan diganti.
Baca juga: Sekolah Senilai Rp 250 Miliar Purbalingga Dilengkapi Lapangan Standar FIFA
Kendati demikian, ia sempat melontarkan pergantian ketua DPC sudah dilakukan di Wonosobo dan Blora.
Untuk Blora, ketua lama menyadari skema evaluasi tersebut sehingga tidak ada polemik yang muncul.
"Iya, ada beberapa (ketua DPC PPP) yang akan dievaluasi, SK belum keluar semua, tidak sampai (10 DPC)," terangnya.
Dari persoalan ini, ia meminta para kader PPP untuk tetap solid dengan melihat PPP sebagai partai bukan individu atau orangnya.
"Yang harus kita lihat adalah PPP, bukan sebagai individu yang diperjuangkan," jelasnya.
Dalam menghadapi pemilu 2029, Suyono juga meminta kepada ketua DPC terpilih secara melakukan rapat konsolidasi sebagai langkah persiapan verifikasi faktual.
"Saya juga instruksikan kepada anggota dewan yang reses agar mengumpulkan KTP (konstituen) agar tidak mendadak (persiapan hadapi pemilu 2029)," ujarnya. (Iwn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Kantor-DPC-ppp-WONOSOBO-disegel.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.