Berita Semarang
Tumpukan Batu Besar dan Pohon Pisang Muncul di Jalan Wringinputih Semarang, DPU Semarang Minta Maaf
Tumpukan batu besar dan pohon pisang terpasang di sejumlah titik di Jalan Wringinputih Bergas Semarang. Warga protes jalan rusak tak diperbaiki.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Tumpukan batu besar mengelilingi pohon pisang muncul di sejumlah titik di Jalan Wringinputih Bergas Kabupaten Semarang sebagai bentuk protes jalan rusak.
- Terkait kondisi ini, DPU Kabupaten Semarang minta maaf karena perbaikan jalan rusak di jalur Karangjati-Ngrombo ini belum tuntas.
- Rencananya, perbaikan dilakukan bertahap hingga tahun 2027.
TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Tumpukan batu besar mengelilingi pohon pisang terlihat di sejumlah titik di Jalan Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (14/6/2026).
Aksi ini bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi jalan yang rusak dan tak kunjung diperbaiki.
Terkait hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang Danang Ekono Wahyuono meminta maaf.
Danang mengakui, kondisi jalan tersebut belum sesuai harapan masyarakat.
Baca juga: Ironi SPMB Kabupaten Semarang: Sekolah Tengah Kota Tolak Siswa, Sekolah Pinggiran Tak Penuhi Kuota
Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala penanganan jalan kabupaten yang mencapai 1.227 kilometer.
"Kami mohon maaf kepada masyarakat semua bahwa kondisi saat ini belum bisa sesuai ekspektasi."
"Dengan anggaran yang terbatas, kami harus menangani seluruh ruas jalan kabupaten."
"Keterbatasan itu yang memang terutama dari segi pendanaan."
"Namun begitu, ini tetep jadi perhatian kami," kata Danang, Minggu (14/6/2026).
Diperbaiki Bertahap Hingga 2027
Ia menjelaskan, jalan raya Wringinputih tersebut merupakan bagian dari ruas Jalan Karangjati-Ngombo.
Sebenarnya, jalan itu telah mendapatkan penanganan pada 2025.
Saat itu, DPU mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 juta dan mendapat dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Mahidara Artha Sangkara senilai sekira Rp1 miliar.
"Penanganannya 350 meter (dari CSR) Kami 150 meter. Jadi, tahun lalu 500 meter tertangani," sebutnya.
Meski demikian, kerusakan masih terjadi di sejumlah titik.
DPU menyebut, ruas jalan di wilayah tersebut yang masih perlu pemanganan sekitar 500 meter.
Baca juga: Siswa Nekat Konvoi dan Pakai Knalpot Brong di Kabupaten Semarang Bakal Ditindak Tegas
Pada 2026 ini, DPU memasukkan perbaikan jalan rusak itu dalam program pemeliharaan rutin.
"Tahun ini, kami masuk pemeliharaan rutin."
"Paling tidak, belum sempurna tetapi kenyamanan bisa naik sedikit."
"Yang masih rusak sekitar 500 meter. Itu yang menjadi pekerjaan rumah kami," katanya.
Danang menambahkan, pemerintah daerah telah merencanakan alokasi anggaran sekitar Rp900 juta pada tahun 2027 untuk melanjutkan perbaikan jalan tersebut secara bertahap.
Menurutnya, pemerintah harus membagi anggaran secara proporsional karena banyak ruas jalan di wilayah Kabupaten Semarang yang juga membutuhkan penanganan.
"Memang, dengan anggaran terbatas kami harus benar-benar menata uang sehingga kami harus bisa memenuhi semua apa yang diinginkan masyarakat. Itu belum bisa memuaskan semua pihak," ucapnya.
Danang berharap, seluruh elemen masyarakat dapat menjaga kondusifitas wilayah.
Pihaknya berkomitmen mencari sumber-sumber pendanaan lain untuk perbaikan infrastruktur, misalnya melalui dana alokasi khusus (DAK) maupun bankeu.
Di sisi lain, pihaknya juga berkomunikasi dengan pihak perusahaan agar aktivitas tambang ini meminimalkan dampak negatif bagi masyarakat.
"Kami komunikasikan terkait muatan. Pertama, debu jadi keluhan. Tonase yang besar," terangnya. (*)
| Antisipasi Pergerakan Massa di Sidang Perdana Bupati Pati Sudewo, Polisi Siapkan Pengamanan |
|
|---|
| Delapan Santri di Susukan Semarang Jadi Korban Percabulan Oknum Mengaku Habib, Didoktrin Hapus Dosa |
|
|---|
| Stadion Tri Lomba Juang Semarang Bakal Ditutup 2 Bulan, Warga Diimbau Beralih ke Stadion Sidodadi |
|
|---|
| Bantuan Operasional RT di Semarang Cair Bulan Ini, Harus Dibelanjakan Sesuai Tema |
|
|---|
| Polisi Kantongi Hasil Labfor Sampel Organ Warga Semarang yang Tewas di Glamping Posong Temanggung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260614-jalan-rusak-di-bergas-kabupaten-semarang.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.