Jumat, 29 Mei 2026

Berita Jateng

Kenapa Warga Batang Memilih Kurban Sapi Betina, padahal Ancam Populasi

Pemotongan hewan kurban betina di Kabupaten Batang selama Iduladha 1447 Hijriah masih cukup tinggi. 

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Dok Dispaperta Batang
Ilustrasi sapi kurban 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BATANG - Pemotongan hewan kurban betina di Kabupaten Batang selama Iduladha 1447 Hijriah masih cukup tinggi. 


Pemerintah Kabupaten Batang pun terus mengingatkan masyarakat agar mengutamakan hewan jantan untuk menjaga populasi ternak produktif.


Berdasarkan data sementara Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang per 29 Mei 2026, jumlah hewan kurban yang telah dipotong mencapai 2.774 ekor.


Dari jumlah tersebut, tercatat sapi betina yang dipotong mencapai 313 ekor, lebih tinggi dibanding kerbau betina sebanyak 5 ekor, kambing betina 114 ekor, dan domba betina 232 ekor.


Pejabat Otoritas Veteriner Dispaperta Kabupaten Batang, Ambar Puspitaningrum mengakui pemotongan sapi betina di Batang masih cukup banyak terjadi saat Iduladha.


“Kalau untuk di Kabupaten Batang ini memang masih banyak pemotongan sapi betina,” kata Ambar kepada Tribunjateng, Jumat (29/5/2026). 


Meski demikian, pihaknya memastikan sapi betina yang dipotong diupayakan berasal dari kategori tidak produktif atau sudah afkir.


“Kita usahakan untuk sapi-sapi betina yang sudah tidak produktif atau sudah afkir,” jelasnya.


Kepala Bidang Peternakan Dispaperta Kabupaten Batang, M Arief Edyanto mengatakan, pemerintah sebenarnya telah melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak menyembelih sapi betina produktif.


Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan populasi ternak dan produksi pedet di Kabupaten Batang.


“Norma yang disarankan pemerintah adalah tidak menyembelih hewan betina produktif dalam rangka menjaga populasi produksi pedetan,” ujarnya.

Baca juga: Pantas Sembelih 890 Hewan Kurban, Profil Desa Batur Dieng dan Kehidupan Warganya


Menurut Arief, masyarakat dianjurkan memilih sapi jantan untuk hewan kurban apabila memiliki kemampuan ekonomi yang cukup.


“Kalau ada keluangan anggaran, kita sarankan berkurban dengan sapi jantan. Itu juga bentuk dukungan masyarakat untuk mempertahankan keberadaan sapi betina produktif agar terus berkembang populasinya,” ungkapnya. 


Di sisi lain, Arief mengapresiasi tingginya semangat masyarakat Batang dalam berkurban tahun ini. 


Satu di antara satu wilayah yang menjadi perhatian yakni Desa Geling yang mencatat sekitar 62 ekor sapi kurban tersebar di tujuh dukuh.


“Walaupun di gunung ternyata animo dan semangat untuk berkurban itu cukup bagus,” tutupnya. (Ito) 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved