Berita Jateng
Bawang Bombai Mini Mulai Beredar di Pasar, Bikin Resah Petani Brebes
Pihaknya meminta kepada petani bawang merah di Kabupaten Brebes agar tidak khawatir dengan ancaman bawang bombai mini
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Setelah ramai dikeluhkan oleh sejumlah petani di Brebes, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi merespon soal masuknya bawang merah bombai mini di sejumlah pasar tradisoonal.
Pihaknya meminta kepada petani bawang merah di Kabupaten Brebes agar tidak khawatir dengan ancaman bawang bombai mini.
"Nggak usah khawatir, Brebes itu bawang merahnya justru yang dicari dicari-cari di negara lain," ujarnya pada Sabtu 9 Mei 2026 saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruar Sirait di Brebes.
Gubernur meyakini, jika bawang merah Brebes tetap menjadi prioritas utama di komoditi Nasional.
"Bawang merah Brebes masih menjadi prioritas utama dan ini menjadi potensi daerah yang harus di kembangkan," terangnya.
Sementara sebelumnya, Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma menyatakan kontribusi Brebes terhadap produksi bawang merah Jawa Tengah mencapai 60 persen, sementara secara nasional sekitar 20 persen.
“Bawang merah Brebes tidak hanya memenuhi kebutuhan nasional, tapi juga menembus pasar ekspor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah petani di Kabupaten Brebes Jawa Tengah mengaku resah setelah mendapatkan informasi adanya bawang bombay mini ilegal di jual belikan di Pasar Tradisional Brebes.
Rohman (45) petani bawang merah asal Desa Tengki mengaku sudah mendapatkan isu terkait bawang merah bombay mini ilegal tersebut.
Menurutnya, hal itu dapat berpotensi merusak harga bawang merah lokal.
Terlebih saat ini petani sedang memasuki musim tanam bawang merah.
Baca juga: 23.495 Orang Jepara Nganggur, Susah Payah Cari Kerja hingga Rintis Usaha
"Saat ini petani baru memasuki musim tanam bawang merah, bukan tidak mungkin saat musim panen dua bulan kedepan, jika bawang merah bombay mini beredar di pasaran Brebes maka harga bawang merah lokal akan rusak," ujarnya pada Kamis 30 April 2026.
Rohman meminta, pemerintah serius menangani isu tersebut agar petani lokal bisa merasaka manisnya harga panen bawang merah saat panen nanti.
"Meski baru memasuki masa tanam, tapi saya resah saat panen mendatang harganya rusak. Kalo bisa pemerintah segera ambil tindakan," katanya.
Merespon keresahan petani, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Usaha Mikro dan Perdagangan, Agung Tirto Kumara mengaku jika pihaknya sudah meminta para kepala pasar tradisional untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Bawang-bombai-mini.jpg)