Jumat, 8 Mei 2026

Berita Grobogan

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan Tewaskan 4 Orang: Warga Takut, Evakuasi Tunggu Petugas

Penjaga perlintasan kereta api di Grobogan mengungkap suasana saat kecelakan KA Argo Bromo Anggrek dengan mobil pengantar calon haji.

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/M Iqbal Shukri
JAGA PERLINTASAN - Jasman, penjaga perlintasan kereta api tanpa palang di penghubung Desa Sidorejo-Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026). Perlintasan tersebut menjadi lokasi kecelakaan Toyota Avanza pengantar jemaah calon haji dengan KA Argo Bromo Anggrek yang menewaskan empat orang. 

Ringkasan Berita:
  • Penjaga perlintasan kereta api tanpa palang di Grobogan mengungkap kondisi saat kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan Toyota Avanza pengantar jemaah calon haji yang menewaskan empat orang.
  • Perlintasan tersebut biasa sepi saat malam hari sehingga penjagaan aktif hanya berlangsung 12 jam, pukul 06.00-18.00 WIB.
  • Warga yang mengetahui kecelakaan juga tak berani menolong korban karena keterbatasan peralatan.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA – Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan Toyota Avanza pembawa rombongan pengantar jemaah calon haji di perlintasan kereta api tanpa palang di Desa Sidorejo–Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026) dini hari, mengagetkan warga.

saat kejadian, sekitar pukul 02.52 WIB, warga yang mengetahui kejadian tak berani memberi pertolongan karena keterbatasan peralatan.

Mereka memilih menunggu petugas untuk mengevakuasi para korban.

Kecelakaan ini mengakibatkan empat orang tewas, satu di antaranya balita.

Baca juga: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak Mobil Pengantar Calon Haji di Grobogan: 4 Orang Tewas, Cuaca Berkabut

Pantauan di lokasi, Jumat siang, jejak kecelakaan masih terlihat, di antaranya pecahan kaca mobil, sandal korban, juga bercak darah.

"Informasinya, kejadian sekitar jam 03.00 WIB."

"Ada mobil yang beriringan, katanya mengantar rombongan orang yang mau berangkat haji," kata Jasman, relawan penjaga perlintasan kereta api, saat ditemui di lokasi, Jumat.

Jaga Hingga Petang

Jasman mengatakan, kecelakan dini hari itu mengagetkannya.

Sejak bertugas, satu tahun terakhir, belum pernah terjadi kecelakaan kereta api di perlintasan tersebut.

"Baru pertama kali ini terjadi sejak saya jaga di sini," ujarnya.

Jasman sendiri berjaga setiap hari selama 12 jam, pukul 06.00-18.00 WIB.

Saat malam, penjagaan dilakukan dari wilayah Desa Tuko karena perlintasan itu berada di perbatasan dua desa.

Hanya saja, dia tak mengetahui sistem penjagaan dari Desa Tuko.

Namun, biasanya, saat malam, jarang ada kendaraan yang melintas.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved