Jumat, 1 Mei 2026

Berita Jateng

Tuntut Pemekaran Kabupaten Brebes, Hamid dan Wawan Jalan Kaki 180 KM ke Semarang

Setiba di pintu gedung DPRD Jateng, mereka berdua yang mengenakan kaos hitam bertuliskan Kabupaten Brebes Selatan itu langsung sujud syukur

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/iwan Arifianto
SERAHKAN BENDERA - Perwakilan warga Brebes Selatan menyerahkan bendera merah putih kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno disaksikan oleh para anggota Komisi A selepas usulan mereka agar usulan pemekaran dibawa ke sidang paripurna di Gedung Berlian, DPRD Jateng, Kota Semarang, Kamis (30/4/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- Hamid (52) dan Wawan (43), dua pria asal Kabupaten Brebes dipenuhi peluh keringat saat tiba di Gedung DPRD Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (30/4/2026) siang.


Mereka baru saja menyelesaikan aksi jalan kaki selama 11 hari dari Bumiayu-Semarang sepanjang 180 kilometer melalui jalur tengah Jateng meliputi Bumiayu - Ajibarang - Purwokerto - Banjarnegara - Wonosobo - Temanggung - Magelang - Semarang.

Setiba di pintu gedung DPRD Jateng, mereka berdua yang mengenakan kaos hitam bertuliskan Kabupaten Brebes Selatan itu langsung sujud syukur.

Tak hanya bersujud, mereka juga meneriakkan kalimat takbir Allahu Akbar.

Mereka yang membawa dua bendera merah putih masing-masing terpasang di tas gendongannya lantas memasuki gedung DPRD Jateng untuk menyampaikan tuntutan mereka yakni pemekaran Kabupaten Brebes.

"Aksi jalan kaki ini sebagai simbol perjuangan kami warga Brebes selatan untuk menuntut pemekaran," jelas Ketua Aliansi Perjuangan Pemekaran Kabupaten Brebes Agus Sutiono yang mendampingi dua pejalan kaki, kepada Tribunjateng.com.

Baca juga: Hardiknas Sabtu 2 Mei 2026 Apakah Masuk Hari Libur Nasional

Tuntutan

Wawan mengatakan, alasannya mau melakukan aksi jalan kaki karena ingin wilayah Brebes Selatan seperti Kecamatan Bumiayu, Tonjong, Sirampog, Bantarkawung, Paguyangan, dan Salem,  bisa menjadi satu Kabupaten terpisah dari Kabupaten Brebes.

"Orak mekar orak beres (tidak ada pemekaran daerah tidak baik)," jelasnya.

Ia mengaku, selama perjalanan belasan hari tidak menemui kendala berarti. Ia hanya mengalami sakit flu.

"Tapi kaki memang kerasa pegal-pegal," tuturnya.

Ia juga sempat merasa terharu karena selama perjalanan mendapatkan dukungan dari masyarakat. Bahkan, warga menawari mereka makan dan tempat menginap.

"Kami diberi makan dan tempat tinggal, bahkan ada warga yang kasih jas hujan dua biji karena waktu itu hujan deras," ujar warga Langkap Karang Sempu, Bumiayu, Brebes  itu.

Selama perjalanan, Wawan mengatakan, perjalanan dimulai pada 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Perjalanan berat mereka hanya dilakukan pada hari pertama yakni sampai pukul 03.00 dini hari.

"Ya selama perjalanan kami juga sempat ketemu Wakil Bupati Banjarnegara," terang pria yang bekerja sebagai  satpam itu.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved