Berita Jateng
1411 Orang Dewasa di Wonosobo Ikut Sekolah Online, Lulus Dapat Ijazah
Program ini dinilai efektif dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang belum menyelesaikan jenjang SLTA
Penulis: Imah Masitoh | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Program Sekolah Online Orang Dewasa (SOOD) yang digagas Pemerintah Kabupaten Wonosobo menunjukkan perkembangan positif.
Program ini dinilai efektif dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang belum menyelesaikan jenjang sekolah menengah atas (SLTA).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Wonosobo, Musofa, menyampaikan, hingga saat ini pelaksanaan SOOD masih berjalan dengan baik dan didukung oleh sistem aplikasi yang memadai.
“SOOD sampai sekarang masih terus jalan karena aplikasinya sudah disediakan,” ujar Musofa, Selasa (28/4/2026).
Berdasarkan pengecekan langsung kepada peserta, kata dia, aplikasi tersebut mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal.
“Alhamdulillah bisa, artinya aplikasi yang kami sediakan itu efektif bisa memberikan sarana pembelajaran,” lanjutnya.
Ke depan, Disdikpora Wonosobo berencana melakukan pengembangan kebijakan, termasuk memperluas sasaran usia peserta.
Jika sebelumnya program lebih difokuskan pada usia 25 tahun ke atas, maka ke depan akan mulai menyasar kelompok usia lebih muda, yakni sekitar 19 tahun.
Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan rata-rata lama sekolah di Wonosobo.
Menurut Musofa, peserta yang masuk program pada usia 19 tahun akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan indikator pendidikan ketika mereka menyelesaikan program.
“Ketika dia 19 tahun masuk SOOD lulus, berarti sudah 21 tahun. Sebentar lagi dia akan menjadi hitungan di rata-rata lama sekolah,” jelasnya.
Baca juga: Manuskrip Tahlil Diduga Peninggalan Sunan Ampel Ditemukan di Cilacap
Dari sisi capaian, jumlah peserta yang telah mendaftar dalam program ini tercatat sebanyak 1.411 orang.
Seluruh peserta tersebut telah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) melalui lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dengan skema Paket C.
Partisipasi masyarakat juga cukup merata di seluruh kecamatan, meskipun jumlahnya bervariasi.
Beberapa wilayah seperti Wadaslintang bahkan mencatat jumlah peserta hingga 200 orang.
“Seluruh kecamatan sudah mendaftarkan, meskipun bervariasi,” ungkap Musofa.
Untuk tahun ajaran baru mendatang, Disdikpora Wonosobo menargetkan jumlah peserta minimal sama dengan capaian saat ini, yakni sekitar 1.400 orang.
Ia berharap target dapat tercapai seiring dengan peningkatan sosialisasi dan perluasan cakupan program. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260426-batasi-hp-sekolah-wonosobo.jpg)