Sabtu, 25 April 2026

Berita Tegal

Percepat Ekonomi Pesisir, Bupati Tegal Usulkan Dua Kampung Nelayan Merah Putih ke KKP

Bupati Tegal Ischak M. Rohman usulkan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Suradadi dan Larangan ke KKP guna dongkrak ekonomi pesisir.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rustam Aji
ISTIMEWA/DOKUMENTASI HUMAS PEMKAB TEGAL
KONSULTASI KKP: Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, bersama Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, saat audiensi di Kantor Sekretariat Jenderal KKP, Jakarta, Kamis (23/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengusulkan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di dua lokasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai langkah mendorong akselerasi ekonomi masyarakat pesisir.
  • Dua lokasi yang diajukan berada di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Suradadi dan TPI Larangan. 
  • Selain itu, Pemerintah Kabupaten Tegal juga menawarkan kawasan Purwahamba Indah atau Pur'in sebagai lokasi pengembangan terpadu berbasis perikanan dan pariwisata pesisir

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Pemerintah Kabupaten Tegal bergerak cepat memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dengan mengusulkan pengembangan "Kampung Nelayan Merah Putih" kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Langkah ini diambil untuk memaksimalkan potensi perikanan daerah yang selama ini terkendala keterbatasan fiskal.

Usulan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, saat beraudiensi dengan jajaran Sekretariat Jenderal KKP di Jakarta.

Dua lokasi utama yang dibidik untuk program ini adalah kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Suradadi dan TPI Larangan.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam melaksanakan program prioritas, khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir di Kabupaten Tegal,” tegas Bupati Ischak dalam keterangan resminya, Sabtu (25/4/2026).

Baca juga: Lawan Stigma "Macul", Petani Milenial Pekalongan Gunakan Drone dan YouTube untuk Genjot Padi Organik

Integrasi Perikanan dan Pariwisata

Tidak hanya fokus pada infrastruktur nelayan, Pemkab Tegal juga menawarkan kawasan Purwahamba Indah (Pur'in) sebagai lokasi pengembangan terpadu. 

Dengan ketersediaan lahan seluas delapan hektare, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat sinergi antara sektor perikanan dan pariwisata pesisir.

Bupati menekankan bahwa intervensi pusat sangat dibutuhkan mengingat sektor perikanan Tegal, mulai dari tangkap, budidaya, hingga pengolahan, memiliki potensi besar namun membutuhkan dukungan teknologi dan modal yang kuat.

Dukungan Pusat dan Program Makan Bergizi Gratis

Merespons usulan tersebut, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menyatakan bahwa pengembangan kampung nelayan merupakan bagian dari strategi penguatan ekonomi hilirisasi laut.

Program ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok hasil laut secara berkelanjutan.

“Program ini harus berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami juga menyiapkan peningkatan produksi perikanan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG),” jelas Didit.

Baca juga: Nestapa Petambak Mangunharjo Semarang: Dulu Raup Puluhan Juta, Kini Tambak Tenggelam Jadi Lautan

Selain fokus pada ekonomi, Didit menambahkan bahwa pemerintah pusat tengah menyiapkan pembangunan tanggul laut di Pantai Utara Jawa guna mengatasi ancaman abrasi dan banjir rob yang kerap menghantui produktivitas nelayan.

Sebagai tindak lanjut, KKP meminta Pemkab Tegal segera menyusun proposal teknis. Dokumen tersebut akan menjadi dasar bagi tim pusat untuk melakukan asesmen lapangan dan menentukan bentuk intervensi program yang tepat bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Tegal. (dta) 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved