Berita Pekalongan
Resah Dengar Kabar Rekrutmen Kerja Berbayar, Warga 3 Desa Geruduk Pabrik Sepatu di Pekalongan
Warga tiga desa di Pekalongan menggeruduk pabrik sepatu PT HAI. Mereka menagih janji realisasi rekrutmen tenaga kerja dan soal rekrutmen berbayar.
Penulis: Indra Dwi Purmomo | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Warga tiga desa di Pekalongan menggeruduk pabrik sepatu PT HAI, Jumat.
- Mereka menagih janji diprioritaskan sebagai tenaga kerja.
- Mereka juga meminta transparansi rekrutmen tenaga kerja lantaran beredar isu harus membayar Rp5 juta-Rp7 juta untuk menjadi karyawan.
TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Kabar perekrutan karyawan disertai uang pelicin di pabrik sepatu PT Hardases Abadi Indonesia (HAI) Pekalongan, Jawa Tengah, membuat warga resah.
Puluhan warga dari tiga desa di sekitar kawasan pabrik, yaitu Desa Sampih, Desa Wangandowo, dan Desa Sokosari, mendesak perusahaan membuka secara transparan proses rekrutmen tenaga kerja di perusahaan itu.
Direktur BUMDes Wakandowo, Zulfikar Tagayo mengatakan, persoalan rekrutmen menjadi perhatian utama masyarakat.
Hingga kini, masih banyak pelamar laki-laki dari tiga desa tersebut belum mendapatkan kesempatan bekerja.
"Dari tiga desa ini, masih banyak pelamar laki-laki yang belum direkrut. Padahal, hampir setiap rekrutmen itu ada kebutuhan tenaga laki-laki," ujarnya seusai audiensi di perusahaan PT HAI yang ada di Bokong, Jumat (24/4/2026).
Isu yang berkembang saat ini, pelamar yang ingin segera diterima bekerja di pabrik sepatu itu harus membayar sejumlah uang dengan nominal berkisar antara Rp5 juta hingga Rp7 juta.
Meski demikian, Zulfikar menegaskan bahwa informasi tersebut masih sebatas isu yang belum terverifikasi.
"Ini masih sebatas pembicaraan di masyarakat. Namun, informasinya, sudah ada oknum yang dilaporkan ke Polres Pekalongan terkait dugaan tersebut," jelasnya.
Baca juga: Mantan Wabup Pekalongan Riswadi Terseret Kasus Bupati Fadia Arafiq, Diperiksa KPK sebagai Saksi
Warga juga menyoroti belum terealisasinya janji perusahaan yang akan mengakomodasi pelamar berijazah SMP, khususnya dari tiga desa sekitar.
Hingga kini, perusahaan dinilai masih berfokus pada pelamar lulusan SMA.
"Dulu, sempat dijanjikan ada kesempatan bagi lulusan SMP dari tiga desa, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya," tambahnya.
Dalam pertemuan antara perwakilan warga dan pihak perusahaan, telah dicapai kesepakatan bahwa ke depan, rekrutmen tenaga kerja, terutama laki-laki, akan diprioritaskan dari tiga desa tersebut.
Kesepakatan itu bahkan telah dituangkan secara tertulis dan ditandatangani di atas materai.
Meski demikian, warga menegaskan akan terus mengawal implementasi kesepakatan tersebut.
| Marbot di Pekalongan Dapat Insentif Rp950 Ribu setelah Dipotong Pajak, Langsung ke Rekening Pribadi |
|
|---|
| KPK Terus Dalami Kasus Outsourcing Kabupaten Pekalongan, Wakil Ketua DPRD Pekalongan Diperiksa |
|
|---|
| 99 Km Jalan Rusak di Pekalongan Diperbaiki Tahun Ini setelah Pembangunan Gedung DPRD Ditunda |
|
|---|
| Rencana Mie Gacoan Pekalongan Terapkan Parkir Elektronik Ditolak Warga, Khawatir Pekerjaan Hilang |
|
|---|
| DPRD Kabupaten Pekalongan Menyerah, Legawa Proyek Gedung Baru Ditunda demi Perbaikan Jalan Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260424-warga-menggeruduk-pabrik-sepatu-pt-hai-pekalongan.jpg)