Berita Jateng
Ironis, Mengapa Anak Bermasalah Lebih Suka Curhat ke AI Daripada Ortu
ia menemukan banyak anak-anak di Jateng saat menghadapi masalah cenderung memilih curhat ke AI
Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, -Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno meminta orang tua untuk menguatkan perannya kepada anak-anak.
Sebab, ia menemukan banyak anak-anak di Jateng saat menghadapi masalah cenderung memilih curhat ke AI (Artificial Intelligence/ Kecerdasan Buatan) bukan ke orangtuanya.
"DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) melakukan survei, anak-anak ternyata banyak yang curhat ke AI bukan ke bapak ibunya, kami prihatin," ucap Sekda Sumarno selepas rapat koordinasi daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa (14/4/2026).
Sumarno mengajak, para orangtua untuk meletakkan handphonenya lalu mengajak mengobrol dengan anak.
"Mari kumpul keluarga, ngobrol, ini penting demi membangun keluarga yang sehat," jelasnya.
Pemprov Jateng sendiri memiliki seabrek program pembinaan keluarga salah satunya program Bangga Kencana, yakni program nasional yang meliputi, Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), Sidaya (Lansia Berdaya), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Super Apps.
Baca juga: Tak Harus ke Kantor, Cara Melaporkan Oknum Polisi Bermasalah Lewat Scan QR Code
Program Genting dilakukan melalui Penguatan Kader TPK (Tim Pendamping Keluarga), advokasi dan ngopi penak (webinar seputar keluarga).
Program Tamasya diimplementasikan melalui Kabupaten/kota Layak Anak, Forum Anak, SE Gubernur tentang Penyediaan Tempat Penitipan Anak Pekerja/Buruh No. 560/0002599 Tahun 2024, sekolah ramah anak, dan advokasi pengasuhan positif pada pengasuh daycare.
Adapun Program GATI didukung melalui Garpu Perak, SE Gubernur tentang Gerakan SatuJamku, Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) dan Kampanye He For She. Pada program Sidaya, Pemprov Jateng memiliki terobosan Serat Kartini (Sekolah Cerdas Perempuan Masa Kini), dan Bina Keluarga Lansia (BKL).
Sementara program Super Apps diwujudkan dalam aplikasi berbasis internet.
Dari banyak program keluarga itu, Sumarno ingin berbagi langkah strategis demi membangun keluarga di Jateng yang kuat dan sejahtera.
"Melalui rapat koordinasi ini strategis untuk menentukan langkah dalam membangun keluarga yang kuat, sejahtera, dan bisa menciptakan sumber daya manusia yang unggul," bebernya.
Sementara, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah Rusman Effendi menjelaskan, koordinasi dengan Pemprov Jateng dilakukan untuk mendorong implementasi program prioritas BKKBN, sebagai upaya percepatan pembangunan keluarga. Pihaknya memiliki lima program prioritas meliputi Genting, Sidaya, GATI, Tamasya, dan Super Apps. Program tersebut berfokus pada penurunan stunting, pengasuhan anak, peran ayah, pemberdayaan lansia, dan layanan berbasis teknologi.
"Kelima program prioritas ini memerlukan intervensi dan dukungan penuh dari seluruh pemerintah daerah," katanya. (Iwn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Sekda-Jateng-Sumarno-soal-anak.jpg)