Minggu, 10 Mei 2026

Berita Jateng

Oknum Anggota Dewan Aniaya Perempuan di Tempat Karoke Bandungan Semarang

Seorang wanita diduga dianiaya oleh oknum anggota dewan saat berada di sebuah tempat karaoke di Bandungan

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: khoirul muzaki
FREEPIK/WIRESTOK
ILUSTRASI KAFE 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Seorang wanita diduga dianiaya oleh oknum anggota dewan saat berada di sebuah tempat karaoke di Bandungan, Kabupaten Semarang. 


Kejadian tersebut diketahui melalui video pernyataan dari kuasa hukum korban yang diunggah di akun tiktok @liongred. 


Dalam video tersebut, kuasa hukum menyampaikan dirinya bersama kliennya, mendatangi Polres Kabupaten Semarang pada Senin (13/4/2026) untuk mengadukan dugaan tindak penganiayaan yang dilakukan oknum anggota dewan dari Partai PPP. Peristiwa itu disebut terjadi di sebuah tempat karaoke di kawasan Bandungan.


Kejadian tersebut bermula pada saat mereka bersama-sama mendatangi tempat karaoke di Bandungan. Setelah mabuk tinggi, laki-laki anggota dewan ini melakukan penganiayaan secara berulang-ulang sehingga korban mengalami luka di sekujur tubuh dari lengan sampai ke paha sampai ke punggung dan muka. Bahkan, ulang hidung geser ke kanan.


"Atas kejadian tersebut, kami mengadukan hal ini ke Polres Kabupaten Semarang. Kami minta kepada Ibu Kapolres beserta Bapak Kasat Reskrim untuk segera menangkap dan melakukan tindakan seadil-adilnya, menegakkan hukum setinggi-tingginya di saat negara sedang dalam proses perbaikan, kemajuan, dan karakter kinerja anggota dewan tapi saat ini telah diciderai hal tersebut oleh salah satu oknum anggota dewan. Kami mohon segera dilakukan penangkapan," tutur kuasa hukum dalam video tersebut. 


Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana menyampaikan, hingga saat ini belum ada aduan yang diterima.


"Mohon maaf, belum ada aduan, jadi kami belum dapat memberikan keterangan," terangnya, melalui pesan singkat. 


Ia mengatakan, rencana pelaporan akan dilakukan. Namun, ternyata belum terealisasi dan kemungkinan baru akan diajukan hari ini.


"Semalam tidak jadi (laporan). Mau buat lapor hari ini," ucapnya. 

Baca juga: Unggahan Gambar Trump Mirip Yesus Sembuhkan Orang Tuai Kecaman Dunia


Sementara itu, Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Semarang, Zaenudin mengaku, baru mengetahui informasi tersebut dari video yang beredar. Setelah melakukan konfirmasi internal, ia menyebut, oknum yang dimaksud bukan dari anggota dewan Kabupaten Semarang. Oknum diduga merupakan anggota DPRD dari Kabupaten Temanggung. 


"Saya baru lihat, kemudian coba konfirmasi ke teman-teman. Informasinya itu oknum anggota DPRD dari Kabupaten Temanggung, hanya tempat kejadiannya di Kabupaten Semarang," jelasnya.


Terkait apakah oknum tersebut dari Partai PPP, Zaenudin menyebut, belum dapat memastikan. Pihaknya tidak membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun. Ia menyatakan, perbuatan tersebut merupakan tindak pidana yang tidak dapat ditoleransi. 


"Tentunya, kami selaku DPRD dari PPP tidak melakukan hal-hal seperti itu. Bagaimanapun itu tindak pidana. Tidak boleh. Alhamdulillah, Kabupaten Semarang selama ini nggak ada apa-apa," tuturnya. (eyf)

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved