Berita Jateng
Seminar ABKIN Angkat Wacana Konseling Berbasis Kearifan Lokal Ki Ageng Suryomentaram
Ilmu Bimbingan dan Konseling (BK) harus terus melakukan pengembangan, baik pada tataran keilmuan maupun peningkatan layanan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Pengurus Besar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PB ABKIN) bekerja sama dengan Pengurus Daerah ABKIN Jawa Tengah, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dan Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar Seminar Nasional sekaligus Halal Bi Halal pada Sabtu, 11 April 2026.
Kegiatan secara hybrid ini dihadiri akademisi, praktisi, guru BK, mahasiswa, serta pengurus daerah ABKIN dari seluruh Indonesia.
Ketua Umum PB ABKIN, Prof. Dr. Moh. Farozin, M.Pd., menegaskan, ilmu Bimbingan dan Konseling (BK) harus terus melakukan pengembangan, baik pada tataran keilmuan maupun peningkatan layanan.
"Hari ini kita melakukan pengembangan yang lebih khusus pada konseling dengan mengkaji pendekatan Ki Ageng Suryomentaram.
Mudah-mudahan ilmu ini bermanfaat dan dapat diterapkan dalam dunia pendidikan," ujar Prof. Farozin.
Ia juga menyerukan agar seluruh warga ABKIN memperkuat ekosistem digital BK dan merawat kedamaian internal organisasi sebagai modal utama pelayanan profesi.
Baca juga: Pelatih Persiku Sesali Kegagalan 3 Poin Lawan PSIS di Wergu Wetan
Konseling Berbasis Roso dan Mulat Sarira
Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si., M.Pd. memaparkan pendekatan konseling Ki Ageng Suryomentaram yang berpusat pada konsep roso (rasa) dan mulat sarira (mawas diri).
Menurut dia, kunci kedamaian jiwa terletak pada kemampuan membedakan antara rasa yang asli (tulus) dengan rasa yang ditumpangi kepentingan eksternal.
Ia menyetarakan teori roso ini dengan teori konseling Barat, seperti teori Lazarus.
"Kita perlu terus mendiseminasikan dan mengembangkan konseling Indonesia, bukan sekadar konseling di Indonesia," tegasnya.
Saat ini, terdapat tiga disertasi yang sedang memvalidasi pendekatan ini lebih lanjut.
Mindful Parenting
Adapun Dr. Arri Handayani, S.Psi., M.Si, Dekan FIP UPGRIS mempresentasikan integrasi mawas diri dengan mindful parenting.
Ia menyoroti fenomena orang tua yang hadir secara fisik namun absen secara psikis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Seminar-bk-semarang.jpg)