Rabu, 8 April 2026

Berita Jateng

BBM Belum Naik tapi Harga Plastik sudah Melonjak 300 Persen

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah memantau harga plastik melonjak hingga 300 persen

Penulis: iwan Arifianto | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
Ilustrasi HARGA PLASTIK MELEJIT - Proses membungkus keripik tempe salah satu oleh oleh khas Banyumas di Galeri Eco 21, Sawangan, Purwokerto, Selasa (7/4/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah memantau harga plastik melonjak hingga 300 persen di tingkat pemasok lokal. 

Kenaikan tersebut terjadi karena sumber bahan baku plastik merupakan bahan impor yang terdampak perang di Timur Tengah.

"Plastik itu bahan bakunya impor sehingga di tingat suplier lokal naik sampai 300 persen," ucap Kepala Disperindag Jateng July Emmylia, Selasa (7/4/2026). 

Meskipun ada kenaikan harga bahan baku mencapai ratusan persen, Emmylia mengklaim harga plastik di pasaran belum mengalami gejolak.

Hal ini terjadi karena para suplier masih bisa menekan harga dengan melakukan penghematan bahan baku dari stok lama.

"Kenaikan memang ada, tetapi secara umum belum ada yang secara resmi mengadukan kenaikan harga plastik ke kami," ucapnya.

Ia menyebut, Kenaikan plastik ini berpengaruh kepada para pelaku industri dan pedagang yang menyediakan plastik sebagai wadah belanja bagi konsumen. Ia sendiri tidak hafal jumlah produsen plastik yang berada di wilayah Jawa Tengah.

"Kalau ke rumah tangga tidak terlalu berpengaruh ya," bebernya.

Lepas dari dampak itu, pihaknya kini masih menyusun transformasi bahan baku plastik industri ke bahan baku lokal yang lebih ramah lingkungan. Format green industri ini salah satunya dengan menggunakan bioplastik berbahan tepung pati singkong.

Namun, bahan alami ini ternyata lebih mahal dibandingkan dengan plastik impor.

"Kami sudah ada hitungannya, selepas disimulasi ternyata harga bioplastik HPP (Harga Pokok Penjualan) naik sampai 20 persen, harga HPP naik pasti pengaruhi harga jual," terangnya.

Selain itu, pihaknya kini masih menyusun rancangan imbauan kepada masyarakat agar mengurangi plastik sekali pakai dan melakukan penghematan penggunaan plastik.

"Kalau dari Kemendag (Kementerian Perdagangan), belum ada instruksi khusus soal ini," bebernya.

Baca juga: Pengusaha Keripik Tempe di Purwokerto Tertekan Imbas Harga Plastik Naik

Perusahaan Merugi 

Sementara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi mengatakan, kenaikan harga biji plastik di level pengusaha di Jateng mencapai 100 persen.

Kenaikan tersebut menyebabkan pengusaha merugi. Kenaikan tersebut tidak hanya berdampak ke pengusaha plastik melainkan perusahaan garmen karena menggunakan poliester yang merupakan berbahan dasar serat plastik.

"Pabrik bahan plastik merugi luar biasa, teken kontrak suplai produk plastik harga normal tapi harga bahan baku justru melambung naik," tambahnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved