Rabu, 8 April 2026

Berita Jateng

Dampak Kesehatan yang Perlu Diantisipasi saat Cuaca Kering karena El Nino

Amin menyebut Fenomena El nino biasanya menyebabkan cuaca lebih panas dan kering di banyak wilayah Indonesia

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: khoirul muzaki
UNSPLASH/WIM VAN 'T EINDE
Ilustrasi cuaca panas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal terus melakukan langkah antisipasi penyakit khususnya yang terjadi selama masa El Nino yang menyebabkan musim kemarau lebih kering dan lebih panjang. 


Upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mengantisipasi penyakit di masa El Nino yaitu monitor pelaporan SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons) mingguan terhadap peningkatan kasus penyakit saluran pernapasan, ISPA, Diare termasuk Campak.


Informasi tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto, melalui Plt Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian, Penyakit (P3) Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Amin Yunianto, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (7/4/2026). 


Amin menyebut Fenomena El nino biasanya menyebabkan cuaca lebih panas dan kering di banyak wilayah Indonesia. 


"Kondisi ini bisa memicu berbagai penyakit seperti diare, demam berdarah, dan gangguan pernapasan seperti ISPA, maka kami (Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal) memberi edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar bisa mencegah penyakit-penyakit tersebut," jelas Amin Yunianto, pada Tribunjateng.com. 


Menurut Amin, ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan seperti menjaga kebersihan air dan makanan. 


Memastikan air minum bersih dan dimasak sampai matang. 


Kemudian simpan makanan dengan baik agar tidak terkontaminasi. 


Cuci tangan sebelum makan penting dilakukan untuk mencegah diare dan keracunan makanan.


"Upaya lainnya menghemat dan mengelola air bersih secukupnya karena saat El Nino sering terjadi kekeringan," ujar Amin. 

Baca juga: Takut tak Laku, Pedagang di Alun-alun Blora Menolak Direlokasi


Upaya pencegahan lainnya, sambung Amin, menyimpan air dalam wadah tertutup agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk. 


Mencegah perkembangbiakan nyamuk dengan melakukan 3M yakni Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas. 


Gunakan kelambu atau lotion anti nyamuk sehingga masyarakat bisa mencegah terjadinya demam berdarah.


Tidak kalah penting, hindari pembakaran sampah, gunakan masker saat udara berdebu untuk mencegah ISPA dan gangguan pernapasan.


"Jangan lupa menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, perbanyak minum air putih dan istirahat cukup," imbau Amin. (dta) 

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved