Senin, 27 April 2026

Berita Semarang

Lonjakan Harga Plastik Bikin Pedagang Pasar di Semarang Pusing, Belum Berani Naikkan Harga

Kenaikan harga plastik hingga nyaris 100 persen membuat pedagang pasar di Semarang mulai kelimpungan karena belum berani menaikkan harga.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Idayatul Rohmah
HARGA PLASTIK MAHAL - Pedagang di Pasar Peterongan Semarang, Jawa Tengah, melayani pembeli, Minggu (5/4/2026). Kenaikan harga plastik yang mencapai hingga 100 persen dalam sepekan terakhir membuat pedagang pusing dan harus memutar otak agar tak memberatkan pembeli. 

Ringkasan Berita:
  • Harga plastik yang naik nyaris 100 persen membuat pedagang di Kota Semarang pusing.
  • Pedagang di pasar tradisional belum berani menaikkan harga karena takut kehilangan pembeli.
  • Sementara, pedagang daring mulai menaikkan harga produk dengan konsekuensi pembeli berkurang.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kenaikan harga plastik nyaris 100 persen mulai membuat pedagang pasar tradisional di Kota Semarang, Jawa Tengah, pusing.

Mereka harus memutar otak agar kondisi ini tak membebani pelanggan.

"Kalau dulu (harga) plastik ukuran 1 kg sekitar Rp3.000 (per pak), sekarang sudah Rp5.500," kata Karni (62), pedagang Pasar Peterongan Semarang, saat ditemui di kiosnya, Minggu (5/4/2026).

Karni mengatakan, lonjakan harga plastik ini terjadi secara tiba-tiba dan baru dirasakan sepekan terakhir.

Meski demikian, dampaknya langsung terasa pada margin keuntungan pedagang.

Baca juga: Harga Plastik Naik Gila-gilaan, Masyarakat Mulai Resah

Karni belum berani menaikkan harga barang dagangan sehingga keuntungan yang diperoleh semakin menipis.

"Pendapatan jadi berkurang. Mau tidak mau, harus ditanggung sendiri karena kalau dibebankan ke pembeli, rasanya tidak enak," katanya.

Sebagai pedagang sembako, hampir seluruh barang yang dijual Karni menggunakan plastik sebagai kemasan.

Namun, ia tidak membatasi pemberian plastik kepada pelanggan meski harga sedang naik.

Menurutnya, menjaga kenyamanan pembeli tetap menjadi prioritas.

"Kalau pelanggan dibatasi plastiknya, nanti tidak enak. Yang penting, jangan sampai rugi saja," tambahnya.

Dijelaskannya, kenaikan harga plastik juga beriringan dengan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok lain, semisal minyak goreng.

Karni menyebut, harga minyak goreng kemasan 1 liter naik dari Rp17.000 menjadi Rp20.000.

Selain itu, beberapa produk tidak mengalami kenaikan harga tetapi jumlah isinya dikurangi.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved