Selasa, 28 April 2026

Berita Jateng

Hanya 5 Menit dari Alun-alun Tegal, Museum Semedo Punya Fosil Kera Besar Gigantopithecus

Gigantopithecus merupakan kera besar yang selama ini hanya dikenal hidup di daerah China. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Desta Leila Kartika
MUSEUM SEMEDO: Suasana di kawasan Museum Semedo yang beralamat di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL- Kabupaten Tegal tidak hanya kaya dengan potensi alam, wisata dan ekonomi kreatif, tapi dari sisi situs purbakala juga ada satu museum yang menjadi potensi luar biasa karena koleksi yang mencapai ribuan dari berbagai jenis.


Selain memiliki koleksi purbakala mencapai ribuan, museum ini juga memiliki koleksi yang diklaim hanya satu-satunya di Indonesia dan belum ditemukan di daerah lain yakni dua fosil Gigantopithecus. 


Gigantopithecus merupakan kera besar yang selama ini hanya dikenal hidup di daerah China. 


Adapun museum yang dimaksud yakni Museum Semedo. 


Sesuai namanya, Museum Semedo beralamat di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. 


Staf Penata Pameran Museum Semedo, Hasna Rasyida menerangkan, pembangunan Museum Semedo dimulai pada tahun 2015 dan selesai empat tahun setelahnya atau 2019. 


Terdampak adanya pandemi Covid-19, maka Museum Semedo baru diresmikan dan mulai beroperasi untuk umum pada 12 Oktober 2022. 


Museum Semedo sendiri memiliki luas lahan keseluruhan mencapai 1 hektare terbagi menjadi beberapa titik. 


"Jumlah koleksi purbakala di Museum Semedo sekitar delapan ribuan lebih terdiri dari fosil, artefak, dan replika. Untuk fosil beragam ada fauna laut, peralihan, darat dan manusia purba," jelas Hasna, saat ditemui Tribunjateng.com, Sabtu (4/4/2026). 


Mengenai sejarah penemuan fosil purba di Desa Semedo, diceritakan Hasna berawal sekitar tahun 2005 warga menemukan fosil vertebrata atau bertulang belakang. 


Kemudian setelah penemuan pertama tersebut dan beberapa penemuan lain akhirnya melapor ke dinas terkait sampai singkatnya datang profesor untuk meneliti lebih jauh di Desa Semedo sampai akhirnya ditemukan ribuan fosil. 

Baca juga: Kasihan Pedagang Lansia di Pasar Cilongok Dibayar Pembeli dengan Uang Palsu


Ditemukannya fosil purbakala baik fauna laut, darat, manusia purba dan lainnya, melihat temuan-temuan tersebut disinyalir lingkungan Desa Semedo ini sudah ada sejak 2,4 juta tahun yang lalu. 


"Desa Semedo sendiri dahulu kala merupakan wilayah lautan yang lambat laun seiring perkembangan zaman menjadi rawa sampai menjadi daratan seperti saat ini," terang Hasna. 


Museum Semedo sejauh ini dikelola sekitar 25 orang dengan tugas atau bagian masing-masing. 


Bagi pengunjung umum atau yang bukan reservasi (rombongan) tidak ada batas maksimal kunjungan di ruang pameran Museum Semedo, tapi untuk yang rombongan karena ada pemandu biasanya diberi batas waktu 30-45 menit. 


Sementara untuk fasilitas yang tersedia di Museum Semedo selain ruang pameran, juga banyak spot foto, area untuk duduk santai, dan fasilitas tambahan seperti toilet, tempat parkir juga tersedia. 


Kunjungan dalam jumlah besar perlu melakukan reservasi terlebih dulu mengingat keterbatasan ruang pameran di Museum Semedo. 


Minimal jika ingin datang berkelompok jumlahnya 30 orang dan ketika lebih dari itu bisa menghubungi bagian humas Museum Semedo apakah memungkinkan atau tidak. 


Adapun idealnya ruang pameran Museum Semedo bisa muat untuk 80 orang pengunjung sekali masuk. 


"Museum Semedo beroperasi setiap Selasa sampai Minggu (Senin tutup). Buka mulai pukul 08.00-15.30 WIB. Sedangkan untuk harga tiket kategori anak-anak Rp3.000, dewasa Rp8.000, dan Warga Negara Asing (WNA) Rp20 ribu per orang. Pembelian tiket bisa secara langsung ataupun online lewat aplikasi," ungkap Hasna. 


Pengunjung yang datang ke Museum Semedo ketika hari biasa menurut Hasna didominasi warga dari Tegal Raya seperti Kota Tegal, Brebes, Pemalang, dan Pekalongan. 


Sedangkan saat momen libur panjang atau hari raya keagamaan dan tahun baru pengunjung berasal dari berbagai wilayah bahkan kebanyakan dari luar pulau. 


WNA yang pernah berkunjung ke sini seperti dari Nigeria dan negara lainnya. 


"Jumlah kunjungan sekitar 6.000 orang per bulan. Sementara saat momen libur lebaran kemarin kami buka H+2 jumlah pengunjung rata-rata 500 orang per hari," ujar Hasna. 


Jarak tempuh ke Museum Semedo 


Jarak dari pusat Kota Tegal menuju Museum Semedo jika lewat jalan Pantura membutuhkan waktu sekira 52 menit atau setara 30,4 kilometer. 


Sedangkan jika dari perkotaan Slawi Kabupaten Tegal menuju Museum Semedo membutuhkan waktu sekitar 42 menit atau setara 23,3 kilometer lewat jalan raya Balamoa. (dta) 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved