Berita Jateng
Alun-Alun Kembangjoyo Pati Terbengkalai, Sisa 25 Pedagang yang Bertahan
dari total sekitar 490 lapak yang tersedia, kini hanya tersisa 25 pedagang yang masih aktif berjualan
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI- Kondisi Alun-Alun Kembangjoyo Pati makin memprihatinkan. Tidak berlebihan jika dikatakan "hidup segan mati tak mau".
Pusat relokasi yang digadang-gadang menjadi pusat ekonomi baru bagi para Eks Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Simpang Lima Pati ini justru tampak sepi dan terbengkalai.
Menurut Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Kembangjoyo, Thukul, dari total sekitar 490 lapak yang tersedia, kini hanya tersisa 25 pedagang yang masih aktif berjualan.
Pantauan TribunJateng.com di lokasi pada Selasa (31/3/2026) petang, tampak mayoritas lapak pedagang dibiarkan terbengkalai begitu saja. Gerobak, angkringan, meja-kursi, hingga spanduk dagangan tampak usang tak terurus.
Thukul mengungkapkan, kebijakan relokasi PKL dirasa sangat tidak optimal dan terkesan setengah hati.
Ia menilai penegakan Peraturan Daerah (Perda) PKL tidak dijalankan dengan tegas dan adil.
Salah satunya, pihaknya menilai seolah ada "pembiaran" terhadap PKL yang berjualan di zona merah.
Termasuk di Alun-Alun Pati, tempat di mana dulu mereka berjualan selama beberapa tahun.
Beberapa waktu lalu, alun-alun yang sebetulnya zona merah itu sempat ditempati oleh PKL-PKL baru.
Hal ini menimbulkan kecemburuan sosial.
Thukul dkk. merasa sakit hati karena mereka yang merupakan "orang lama" sudah berbesar hati, patuh aturan untuk bersedia direlokasi ke Alun-Alun Kembangjoyo yang kini bak "kota mati".
Namun, di sisi lain, selama beberapa waktu Alun-Alun Simpang Lima Pati dibiarkan menjadi tempat berdagang bagi PKL-PKL lainnya.
Sebagai bentuk protes, Thukul dkk. pun mengaku sempat ikut berjualan di sana. Sebelum pada akhirnya ditertibkan oleh Satpol PP pada Rabu (25/3/2026) lalu.
"Pemerintah membuat aturan tapi malah dilanggar-langgar sendiri. Itu yang membuat rekan-rekan kecewa," ujar Thukul saat ditemui di Alun-Alun Kembangjoyo, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan bahwa pedagang yang taat aturan justru merasa terpinggirkan sementara di zona merah malah menjamur PKL baru tanpa tindakan tegas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Alun-alun-pati.jpg)