Senin, 20 April 2026

Lebaran 2026

Kunjungan Wisata Jateng Naik 7,14 Persen, Disbudparekraf Ungkap Tren Visual Tourism di Libur Lebaran

Kunjungan wisata Jawa Tengah naik 7,14% saat Lebaran 2026. Wisatawan kini beralih ke urban tourism seperti Kota Lama Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Rustam Aji
Tribun Jateng/iwan Arifianto
ANTRE DI LOKET - Para wisatawan sedang membayar tiket masuk di loket Semarang Zoo, Kota Semarang, Senin (23/3/2026). Pengelola wisata mengeluhkan sepinya pengunjung selama libur lebaran. 

Ringkasan Berita:Disbudparekraf Provinsi ateng menyebut, ada pergeseran minat wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata selama libur lebaran 2026.
Dari 9 proxy Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang ditetapkan Pemprov Jateng,5 di antaranya mengalami penurunan pengunjung meliputi Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Guci, dan Taman Wisata Candi Prambanan.
Sebaliknya, 4 tempat wisata lainnya seperti Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga dan Pantai Menganti, alami kenaikan jumlah pengunjung.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah mencatat adanya pergeseran drastis pada minat wisatawan selama libur Lebaran 2026.

Destinasi berbasis urban dan ikon visual seperti Kota Lama Semarang kini lebih diminati dibandingkan wisata alam pegunungan yang cenderung mengalami penurunan pengunjung.

Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono, mengungkapkan bahwa dari sembilan lokasi yang menjadi pantauan utama (proxy), lima di antaranya mencatat penurunan kunjungan.

Destinasi populer seperti Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Guci, dan Candi Prambanan justru sepi peminat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Terjadi pergeseran preferensi dari alam pegunungan ke urban tourism, serta dari aktivitas ringan ke experience dan visual tourism. Masyarakat kini lebih mencari destinasi yang ikonik secara visual," ujar Hanung kepada Tribunjateng.com, Selasa (24/3/2026).

Baca juga: Kronologi Tiga Rumah di Warungasem Batang Terbakar, Dihuni 15 Orang

Wisata Gratis Jadi Pilihan Utama

Di tengah ketidakstabilan ekonomi, masyarakat tampak lebih selektif dalam mengeluarkan biaya liburan.

Fenomena ini terlihat dari melonjaknya angka kunjungan di destinasi tanpa tiket masuk. 

Selain Kota Lama Semarang, tempat wisata religi seperti Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga, serta Pantai Menganti di Kebumen, menjadi lokasi yang paling banyak diserbu warga.

"Adanya pergeseran daya beli masyarakat sebagai dampak dari kondisi ekonomi saat ini juga menjadi faktor penentu," imbuh Hanung.

Meski terjadi pergeseran lokasi, secara akumulatif jumlah wisatawan Jawa Tengah selama periode H-7 hingga H+2 Lebaran (13-23 Maret 2026) tetap menunjukkan tren positif.

Tercatat sebanyak 453.230 orang berkunjung ke Jateng, naik 7,14 persen dibandingkan periode Lebaran 2025 yang mencapai 423.010 orang.

Keluhan Pengelola Wisata Berbayar

Tren penurunan minat ke wisata alam dan buatan dirasakan langsung oleh pengelola Semarang Zoo. Business and Development Semarang Zoo, Swandito Widyotomo, menyebut kunjungan di tempatnya anjlok sekitar 20 persen.

Baca juga: Gantikan Ali Larijani yang Tewas, Mohammad Bagher Zolghadr Resmi Pimpin Dewan Keamanan Nasional Iran

 Jika tahun lalu mampu menembus 3.000 orang per hari, kini rata-rata hanya di angka 1.000 hingga 2.000 pengunjung.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved