Berita Jateng
Bambang Hartono Disemayamkan di GOR Djarum Jati Kudus
Biaya untuk membangun GOR bulutangkis berstandar internasional tersebut menelan biaya Rp 30 miliar.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Bos Djarum Michael Bambang Hartono tutup usia pada 19 Maret 2026 di Singapura. Jenazahnya diterbangkan ke Tanah Air pada 20 Maret 2026 dan disemayamkan di Grand Heaven Pluit Jakarta Utara sampai 22 Maret 2026.
Setelah itu, jenazah mendiang bos Djarum tersebut dibawa ke kampung halamannya di Kudus menggunakan jalur darat untuk disemayamkan di GOR Djarum Jati Kudus.
Di GOR inilah jenazah bos Djarum disemayamkan sampai 25 Maret 2026 dan kemudian dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Dukuh Godo, Desa Punjulharjo, Rembang.
Penyemayaman jenazah bos Djarum di GOR Djarum Jati Kudus ini cukup beralasan. Selain karena GOR tersebut milik Djarum dan menjadi tempat latihan dan pembinaan atlet PB Djarum, Bambang Hartono semasa hidupnya juga memiliki perhatian dengan olahraga.
Dilansir dari laman pbdjarum.org, GOR Djarum Jati yang berlokasi di Jalan Kudus-Purwodadi KM 0.3 tersebut dibangun pada 2004.
Baca juga: Plesir ke Lokawisata Baturraden tak Cuma Cari Hiburan, tapi Juga Merawat Kenangan
Pada tahun 2006 GOR yang berdiri di atas lahan seluas 43.207 meter persegi tersebut diresmikan. Biaya untuk membangun GOR bulutangkis berstandar internasional tersebut menelan biaya Rp 30 miliar.
Kompleks GOR Djarum Jati sendiri memiliki luas 29.450 meter persegi terdiri atas gedung olahraga seluas 4.925 meter persegi. Di dalam gedung olahraga tersebut terdapat 16 lapangan badminton yang terbagi atas 12 lapangan beralaskan kayu dan sisanya lapangan beralaskan vinil atau karet sintetis.
Di gedung tersebut juga dilengkapi dengan tribun penonton di sisi kanan dan kiri lapangan.
Di kompleks GOR Djarum Jati juga dilengkapi dengan ruang pertemuan, ruang perkantoran, ruang makan, ruang fitnes, ruang komputer, ruang audio visual, dan perpustakaan.
Tidak hanya fasilitas olahraga, di GOR Djarum Jati juga terdapat asrama atlet seluas 1.834 meter persegi dengan 40 kamar terpisah untuk putra dan putri. Di setiap kamar kapasitasnya bisa dihuni dua orang.
Di dalam kamar terdapat tempat tidur dan meja belajar. Dengan didirikannya GOR Djarum Jati ini menandai babak baru perjalanan PB Djarum yang sebelumnya atlet mereka berlatih di GOR Djarum Kaliputu.
Sebelumnya legenda bulutangkis Tanah Air Hariyanto Arbi mengatakan, Bambang Hartono memiliki perhatian terhadap olahraga di Indonesia termasuk bulutangkis. Melalui klub PB Djarum misalnya, Bambang Hartono menuangkan perhatiannya pada olahraga. Klub ini telah mencetak banyak atlet yang berprestasi di kancah internasional.
Di klub ini pula Hariyanto Arbi pernah bergabung hingga akhirnya menyabet gelar juara dunia pada 1995 dan menjuarai All England pada 1993 dan 1994. Pada 1998, Hariyanto Arbi juga berhasil meraih medali emas dalam Asian Games di Tailan.
“Dari bulutangkis, (PB Djarum) dari dulu sudah banyak melahirkan legenda bulutangkis,” kata Hariyanto.
Memang Hariyanto pernah secara langsung bertemu dengan sosok Bambang Hartono. Pertemuan itu terjadi sudah cukup lama. Meski demikian semangat yang ditanamkan kepada atlet kala itu masih sangat terngiang di ingatannya.
“Yang ditanamkan itu kalau memang jadi atlet mesti siap kerja keras disiplin berbuat baik untuk Indonesia,” kata Hariyanto. (Goz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Gor-djarum-jati-kudos.jpg)