Berita Semarang
Ditinggal Mudik, Rumah Warga Tembalang Semarang Rusak Kena Ledakan Petasan Balon Udara Liar
Rumah warga Tembalang Semarang rusak saat ditinggal mudik ke Tasikmalaya akibat ledakan petasan balon udara. Plafon jebol.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Atap rumah dan plafon rumah warga Tembalang Semarang jebol setelah terdengar empat ledakan beruntun dari balon udara, Sabtu.
- Polisi juga menemukan ratusan petasan yang belum sempat meledak bersama kerangka balon udara.
- Saat kejadian, pemilik rumah sedang mudik ke Tasikmalaya.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Plafon rumah warga di Jalan Mulawarman Timur RT 03 RW 03, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, jebol akibat ledakan petasan balon duara liar, Sabtu (21/3/2026).
Kapolsek Tembalang AKP Kristiyastuti Handayani mengatakan, warga sempat mendengar empat kali ledakan beruntun.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
Setelah didatangi, sumber suara ternyata berasal dari atap rumah Darto (55), yang saat kejadian sedang mudik ke Tasikmalaya bersama keluarga.
Balon udara yang membawa rangkaian petasan diketahui mendarat tepat di atas rumah tersebut.
Baca juga: Ribuan Karyawan Pabrik Garmen di Semarang Hampir Telat Terima THR, Dibayar setelah Ngadu ke DPRD
Beban petasan yang cukup berat diduga membuat balon kehilangan daya angkat sebelum akhirnya jatuh.
Akibatnya, genting rumah Darto pecah dan plafon kamar jebol akibat tekanan ledakan.
Ratusan Petasan Belum Sempat Meledak
Petugas dari Polsek Tembalang yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian.
Mereka kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area untuk mencegah risiko lanjutan.
Dari hasil olah TKP, ditemukan ratusan petasan berbagai ukuran yang sebagian belum sempat meledak.
Selain itu, polisi juga mengamankan kerangka balon udara yang terbakar, parasut plastik, serta dua pipa paralon yang diduga digunakan sebagai rangkaian peluncur.
Seluruh petasan aktif itu kemudian dimusnahkan secara aman lewat cara dibongkar dan direndam air sebelum dibawa ke markas komando.
Langkah itu dilakukan untuk menghindari kemungkinan ledakan susulan yang bisa membahayakan warga sekitar.
"Kami mengimbau masyarakat tidak membuat, menerbangkan, maupun menyalakan petasan yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar," kata Kristiyastuti.
Baca juga: 186 Warga Binaan Lapas Perempuan Semarang Dapat Remisi Idulfitri, 1 Orang Langsung Bebas
| Pemotor Tewas Tertabrak Truk di Citarum Semarang, Sempat Dikabarkan Korban Tabrak Lari |
|
|---|
| Viral Parkir 'Ngepruk' Wisatawan Rp40 Ribu di Kota Lama, Agustina Wilujeng: Tertibkan Sekarang Juga! |
|
|---|
| Polisi Periksa Saksi Kasus Anggota DPRD Aniaya Perempuan di Tempat Karaoke di Bandungan Semarang |
|
|---|
| Efisiensi Energi Nyata! PLTS Tambaklorok Sukses Pangkas Konsumsi Listrik Internal Hingga 10 Persen |
|
|---|
| Balita 1,5 Tahun Dikabarkan Hipotermia saat Naik Gunung Ungaran dengan Orangtua, Begini Kronologinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/22032026-petasan-balon-udara-meledak-rusak-rumah-warga-tembalang-semarang.jpg)